Danrem Untoro Kawal Percepatan Koperasi Merah Putih, 718 Unit di Wilayah Korem 081/DSJ Rampung

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto berbincang dengan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin saat  mendampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita meninjau KDKMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Selasa (12/5/2026). (foto: Arwang)

NGANJUK, CAKRAWARTA.com – Komando Resor Militer (Korem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh wilayah jajarannya. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 718 unit koperasi telah rampung dibangun dari total target 1.890 unit yang ditetapkan selesai akhir Juli mendatang.

Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro menegaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur di lapangan.

“Target pembangunan KDKMP di wilayah kami hingga akhir Juli sebanyak 1.890 unit. Dari jumlah itu, 718 unit sudah selesai dibangun,” ujar Untoro usai mendampingi Wakil Panglima (Wapang) TNI Jenderal Tandyo Budi Revita meninjau KDKMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Selasa (12/5/2026).

Menurut Untoro, sebagian besar unit lainnya kini telah memasuki tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Tinggal 42 titik yang hingga kini belum memulai pengerjaan.

Ia memastikan, seluruh jajaran terus bergerak mempercepat penyelesaian proyek tersebut agar target nasional dapat tercapai tepat waktu.

Sementara itu, Wapang TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menyampaikan optimismenya bahwa pembangunan KDKMP di berbagai daerah dapat berjalan sesuai rencana. Ia menyebut, TNI Angkatan Darat mendapat porsi besar dalam mengawal percepatan program strategis tersebut.

“Kita meyakini percepatan pembangunan KDKMP dapat terus berjalan dengan baik. Secara fisik, Agrinas Pangan memberikan porsi yang lebih besar kepada TNI, khususnya TNI Angkatan Darat, dalam mengawal percepatan program ini,” kata Tandyo.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 8.816 unit KDKMP yang terus didorong penyelesaiannya di seluruh Indonesia.

Namun demikian, Tandyo mengingatkan bahwa tantangan berikutnya bukan hanya menyelesaikan pembangunan fisik, melainkan memastikan tata kelola koperasi berjalan efektif. Menurut dia, pengelolaan 30.000 KDKMP ke depan membutuhkan kesiapan besar karena menyangkut perubahan paradigma ekonomi dari orientasi pasar menuju ekonomi kerakyatan.

“Perubahan ini harus benar-benar dipahami oleh seluruh pihak karena program ini menjadi modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian rakyat,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta para Pangdam, Danrem, hingga Dandim terus memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sampai tingkat bawah guna memetakan kebutuhan di lapangan sekaligus membenahi berbagai kekurangan yang masih ditemukan.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi