Wednesday, February 21, 2024
HomeGagasan"Dagelan" Baru Antasari

“Dagelan” Baru Antasari

images (16)

Harry Tanoe menjadi aktor baru kriminal. Biasanya TW yang populer di situ. Harry Tanoe menjadi markus agar Aulia Pohan tak ditahan KPK. Menurut keterangan Antasari, Ketua KPK di era pemerintahan SBY, hal tersebut dilakukan atas perintah SBY. Upaya yang sangat wajar dari hubungan Harry Tanoe dengan SBY yang juga amat dekat. Saking dekatnya, sampai-sampai Eggi Sudjana menuding istana dihadiahi sedan Jaguar oleh Harry Tanoe di KPK. Harry Tanoe dan SBY balik melaporkan Eggi ke hukum, 2005. Jadi hubungan SBY-Harry Tanoe valid. Masuk motif itu untuk diubah menjadi modus, lalu mens rhea (niat jahat). Bagaimana menghubungkan motif, modus, mens rhea mayat Nasruddin dengan Harry Tanoe-SBY? Itu yang harus dibuktikan.

Kesimpulan yang dapat saya tangkap atas berita di berbagai, Harry Tanoe jadi aktor intelektual pembunuhan Nasrudin bersama SBY. Crime motivenya, Harry Tanoe sebelumnya meminta Antasari agar tak menahan Aulia Pohan. Karena Aulia Pohan yang terlibat korupsi Bank Indonesia tetap ditahan oleh Antasari, maka SBY dan Harry Tanoe membalas dendam. Untuk apa?

Polda Metro sedang mendalami kasus yang dikemukakan Antasari tadi itu. Hotman Paris yang jadi lawyer Harry Tanoe balik menuding bahwa Antasari hanya mencari sensasi. Karena polisi sudah ikut campur, tentu bukan sensasi lagi. Sementara itu, sensasi Antasari sudah berhasil men-downgrade rating Agus-Sylvi dalam Pilkada DKI 2017 sehingga out dari pertandingan.

Menurut ilmu advokat saya, yang paling dekat dengan desain adanya aktor intelektual pembunuhan Nasruddin adalah SMS gelap yang berisi ancaman Antasari kepada Nasrudin. SMS tersebut ternyata tidak pernah dikirim oleh Antasari. Di pengadilan sudah dibuka data CDR dari provider, adalah betul Antasari tak kunjung mengirim SMS ancaman tadi. Sayangnya, Antasari sudah terlanjur dijadikan tersangka utama, juga akibat SMS gelap tadi. Saksi pun diarahkan ke Antasari seperti hujan anak panah di film romansa The Condor Hero. Bahkan penyidik punya bukti Rp 350 miliar duit di rekening Antasari yang hingga usai perkara pembunuhan itu, tak terdengar lagi. Apa mungkin diambil Hadiatmo? Duit itu diekpos oleh penyidik untuk meyakinkan publik bahwa Antasari juga adalah koruptor. Pada saat yang sama Kabareskrim disadap KPK setelah Susno Duadji mencairkan Rp 24 miliar rekening Gayus Tambunan yang diblokir atas nama hukum, kemudian dibagi-bagi (ref: Cicak Buaya I).

Si candy cantik yang tugasnya merayu dengan seks Antasari juga raib, ke perlindungan saksi. Sayang Mun’im Idris sudah meninggal bahwa bukti pembunuhan itu memang rekayasa di tingkat penyidik. Yaitu, bullet (peluru) yang ditemukan tak cocok ukurannya dengan pistol berkarat yang digunakan si pembunuh. Pakaian korban telah ditukar. TKP sudah diatur, termasuk dokter yang melakukan otopsi.

Di tingkat JPU pun rekayasa itu lebih hebat. Pembacaan dakwaan oleh Cirrus Sinaga vulgar seperti novel seks majalah udara yang ditayangkan televisi penuh. Cirrus sendiri kemudian tertangkap jual beli pasal. Tampaknya sejumlah iblis utama penyidik dan JPU di kasus ini bersatu padu untuk menyingkirkan pedang keadilan Dewi Minerva Antasari Azhar.

Status SMS tersebut sangat penting karena menjadi bukti permulaan penyidik. SMS itu yang menghubungkam Antasari dengan mayat. Pada sidang PKnya, Majelis telah memerintahkan kepolisian mencari SMS tadi. Tak ada respon hasil kepolisian hingga kini.

Jelas saja tak ada. Sebab, semua bukti permulaan dikuasai oleh penyidik. Penyidik yang tahu seluk beluk bukti. Bahkan, bukti tidak diberikan kepada penasihat hukum kecuali yang diregistrasi di majelis sekadar diperlihatkan sejenak. ‘saya dijanjikan tidak ditahan”, testimoni Wiliardi, Kapolres yang menangani dan menyangkutkan keterlibatan Kapolri Bambang Danuri, dimana Wiliardi ikut jadi terpidana. Ngeri jika kepolisian bersatu melakukan kejahatan. Rapi jali, mengingatkan saya tentang pembunuhan peragawati top Dice karena Dice berani main asmara dengan suami Tutut Soeharto yang tertangkap malah seorang dukun.

Karena hukum pidana bicara bukti, muncul dua kemungkinan, Harry Tanoe atau SBY yang mengirim SMS tadi ke HP Nasrudin mengatasnamakan Antasari dengan teknik canggih IT. Harry Tanoe dan SBY bisa menyuruh orang lain. Tapi ketika CDR provider dibuka, mesti ketahuan dari mana dikirim. Jika dari Internet, juga ketahuan Internet Protokolnya.

Jadi pasti ketahuan. Kecuali penyidik sengaja tidak menyusuri pengirim dan atau menyembunyikan barang bukti. Makanya seperti dagelan baru. Sebab, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro adalah Irawan, Kapolda Metro DKI Jakarta kini yang lebh populer dengan Iwan Bule. Ia menguasai penyidik yang waktu itu belum independen seperti Perkap Kapolri dan Bareskrim.

Iwan canggih di situ. Ia dikenal sebagai pemain sejak dulu. Ketika Buwas menggeledah TW, ditangkapinya para penggeledah yang membuat gusar besar Kepala BNN Jenderal Buwas. Saat itu Iwan Bule memangku Kadiv Propam Mabes Polri.

Syahdan bertemulah Presiden Jokowi dengan Antasari yang mempertemukan Iwan Bule dengan Antasari di Istana setelah sebelumnya Antasari menerima grasi dari Jokowi. Disepakati untuk membuka kembali kasus tersebut. Calon tertuduhnya adalah SBY. Menjadi pucuk dicinta ulam pun tiba. SBY adalah musuh Megawati, karenanya harus ditembaki demi kejayaan Ahok. Antasari mulai menembaki SBY dengan mens rhea tadi.

Kalau mau dibuka, mau tak mau harus dimulai dari membongkar misteri SMS Gelap itu. Masalahnya, bagaimana mau mengusut Iwan Bule yang nota bene anak mas Presiden Jokowi dan Kapolri? Iwan Bule berjasa besar mengatasi Bela Islam sehingga rezim Jokowi tak jadi game over.

DJOKO EDHI S. ABDURRAHMAN

Mantan Anggota Komisi Hukum DPR RI

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular