Saturday, November 26, 2022
HomeOlahragaSepakbolaBelajar Dari Tragedi Kanjuruhan, Pakar: Pentingnya Literasi Bagi Semua Pihak Terlibat!

Belajar Dari Tragedi Kanjuruhan, Pakar: Pentingnya Literasi Bagi Semua Pihak Terlibat!

 

SURABAYA – Pertandingan sepak bola Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) siapa sangka berakhir ricuh hingga memakan ratusan korban. Peristiwa tersebut menarik perhatian tidak hanya di Indonesia tapi beberapa negara lainnya. Liga di luar negeri bahkan memberikan waktu mengheningkan cipta sebelum pertandingan dimulai untuk mendoakan para korban. Dukungan dari suporter lain di luar negeri juga mengalir deras melalui tulisan-tulisan yang mereka tampilkan di atas tribun.

Staf pelatih bidang pengembangan psikologi atlet Persebaya pada 2017 hingga 2020, Afif Kurniawan yang sekaligus dosen di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga mengatakan bahwa peristiwa itu merupakan catatan hitam bagi sepak bola di Indonesia.

“Kejadian ini memberikan pukulan telak dan menjadi catatan hitam dalam industri olahraga tidak terkecuali bagi kita praktisi yang terlibat dalam industri olahraga itu sendiri,” kata Afif pada media ini, Rabu (12/10/2022).

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIF) dibuat untuk mengusut tuntas tragedi tersebut. Harapannya, tentu agar kejadian yang sama tidak terjadi di kemudian hari. Menurut Afif, cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian berulang adalah mematuhi tata kelola penyelenggaraan pertandingan yang telah diatur oleh induk organisasi sepak bola dunia yaitu FIFA.

“Mari kita ikuti panduan yang sudah ditetapkan FIFA beserta dengan kesiapan setiap klub maupun daerah dalam menyiapkan infrastrukturnya,” ujarnya.

Stadion yang digunakan untuk pertandingan harus sesuai dengan kebutuhan serta kapasitas yang diperlukan.

“Penyelenggara harus menyadari bahwa stadion itu memiliki persyaratan yang sesuai dengan standarnya FIFA atau tidak. Jika tidak bagaimana adaptasi dan penyesuaiannya,” terangnya.

“Misal jumlah penonton yang hadir harus berapa, tidak hanya dilihat dari sisi bisnis tapi rencana evakuasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kericuhan atau bencana alam seperti apa. Pencegahan terjadinya penumpukan massa pada satu titik akan membantu menekan risiko yang bisa terjadi,” imbuh Afif.

Peningkatan literasi turut menjadi solusi yang disoroti oleh Afif. Peningkatan literasi tidak hanya diberikan kepada suporter tapi secara menyeluruh baik penyelenggara, pengamanan, dan seluruh bagian yang memiliki peran.

“Di sisi pengelola bisnis olahraga, literasi tentang standar keselamatan penonton harus ditingkatkan. Apakah sudah disiapkan untuk rencana evakuasinya,” tuturnya.

Peningkatan literasi bagi suporter dapat berupa aturan tentang batasan usia yang dapat masuk tribun hingga barang bawaan apa saja yang boleh dibawa masuk.

“Kalau bisa suporter ini tidak hanya ditingkatkan literasinya dan diberi edukasi saja. Kalau bisa diadakan juga simulasi jika terjadi kekacauan atau bencana alam di dalam stadion,” paparnya.

Afif menjelaskan bahwa peristiwa itu menjadi titik balik untuk segala pihak yang terkait dalam industri olahraga utamanya sepak bola untuk berbenah diri agar menjadi lebih baik lagi.

“Saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk seluruh stakeholder untuk membuat satu panduan yang jelas untuk diterapkan sehingga nanti edukasi bisa mengikuti,” jelasnya.

Diharapkan ketika peningkatan literasi telah berjalan dengan baik pada semua pihak terkait, tragedi di Kanjuruhan tidak akan terulang kembali.

“Suporter, penyelenggara, panitia, dan sumber daya lainnya harus ditingkatkan. Kemampuan literasi, wawasan terkait akan aturan yang berlaku dan sebagainya. Teriring doa semoga ini menjadi kejadian terakhir dan tidak ada lagi duka di sepak bola Indonesia,” pungkas Afif.

(bus/pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

Abdul Mannan on
Judyvox on
Lisavox on
Joevox on
Suevox on
Ashvox on
Markvox on
Markvox on
Maryvox on
Lisavox on
Wimvox on
Kimvox on
Eyevox on
Ugovox on
Miclhob on
Boovox on
Ashvox on
RicNus on
Miavox on
Alanvox on
RicNus on
RicNus on
Janevox on
Kiavox on
Lisavox on
Lisavox on
Yonvox on
Alanvox on
Kimvox on
Paulvox on
Annavox on
Samvox on
Jackvox on
Maryvox on
Janevox on
Jimvox on
Jackvox on
Tedvox on
Carlvox on
RicNus on
Joevox on
Ashvox on
Annavox on
Ugovox on
Boovox on
Janevox on
Denvox on
Miclhob on
Jackvox on
Paulvox on
Jackvox on
Denvox on
Paulvox on
Alanvox on
Janevox on
Markvox on
RicNus on
Amyvox on
RicNus on
RicNus on
SamuelDrumb on
GariObema on
Zakvox on
Boovox on
Boovox on
Tedvox on
Ashvox on
Paulvox on
Zakvox on
Boovox on
Markvox on
Lisavox on
Paulvox on
Yonvox on
Eyevox on
Denvox on
Judyvox on
Judyvox on
Maryvox on
Markvox on
Wimvox on
Lisavox on
Tedvox on
Teovox on
Lisavox on
Teovox on
Ugovox on
Judyvox on
Carlvox on
Ashvox on
Eyevox on
Amyvox on
Ashvox on
Maryvox on
Tedvox on
Denvox on
Ugovox on
Alanvox on
Eyevox on
Wimvox on
Kiavox on
Denvox on
Maryvox on
Maryvox on
Zakvox on
Alanvox on
Markvox on
Tedvox on
Amyvox on
Amyvox on
Carlvox on
Wimvox on
Ashvox on
Ashvox on
Zakvox on
Paulvox on
Boovox on
Kiavox on
Teovox on
Judyvox on
Broderick Rhoden on