
MADIUN, CAKRAWARTA.com – Menjelang waktu berbuka puasa, halaman Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kendal, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, dipadati warga. Lapak-lapak takjil berjajar, anak-anak berlarian, sementara pembeli memilih aneka hidangan untuk berbuka.
Padahal, koperasi tersebut belum resmi beroperasi.
Fenomena serupa terjadi di sejumlah KDKMP di wilayah Madiun Raya, jajaran Korem 081/DSJ. Selama Ramadhan, area koperasi justru berkembang menjadi ruang ekonomi dan sosial baru bagi masyarakat desa.
Danramil Gondang Kapten Inf Anjar Yuniarto menilai tingginya aktivitas warga menunjukkan antusiasme terhadap kehadiran koperasi tersebut, meskipun masih dalam tahap persiapan operasional.
“Area koperasi dimanfaatkan warga untuk kegiatan UMKM. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap ruang usaha dan ruang interaksi yang representatif,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Menurut dia, momentum Ramadhan mendorong pelaku usaha kecil memanfaatkan lokasi tersebut untuk berjualan makanan dan minuman berbuka puasa. Kehadiran koperasi, meski belum berjalan penuh, telah membuka peluang ekonomi sementara bagi warga sekitar.
Suyanto (35), warga Desa Kendal, mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan bangunan koperasi itu. “Belum diresmikan saja sudah ramai. Sekarang halaman depannya jadi tempat kumpul warga. Pedagang bisa berjualan, anak-anak punya ruang bermain sambil menunggu buka puasa,” katanya.
Kondisi serupa tampak di KDKMP Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek. Area koperasi menjadi lokasi berjualan bagi pelaku UMKM setempat. Warga berharap ketika koperasi resmi beroperasi, manfaat ekonominya semakin terasa.
“Saya berharap koperasi ini nanti benar-benar bisa membantu meningkatkan pendapatan warga,” ujar Adi, warga Desa Pandean.
Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. Menurut dia, koperasi desa diharapkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
“Ketika sudah beroperasi resmi, koperasi ini diharapkan berkembang sebagai sentra ekonomi desa yang berkelanjutan dan memperkuat kemandirian masyarakat,” katanya.
Program Koperasi Merah Putih digagas sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Dengan pengelolaan profesional dan partisipasi warga, koperasi tersebut diharapkan menjadi wadah penguatan UMKM, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di sejumlah desa di Madiun Raya, tanda-tanda itu mulai terlihat, bahkan sebelum papan “resmi beroperasi” terpasang.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi



