
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Wisuda Periode ke-261 Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Momentum ini menegaskan bahwa proses belajar adalah perjalanan panjang yang tidak berhenti pada ruang kelas.
Di antara ribuan wisudawan, sejumlah tokoh nasional turut mewarnai prosesi tersebut. Salah satunya, Komisaris PT Pupuk Sriwidjaya Palembang, Arteria Dahlan, yang resmi meraih gelar doktor dari Fakultas Hukum UNAIR.
Bagi Arteria, capaian akademik tersebut merupakan hasil dari proses panjang selama lima tahun. Ia menilai UNAIR sebagai institusi yang konsisten menjaga standar dan reputasi akademiknya tanpa memandang latar belakang mahasiswa.
“UNAIR berhasil menghadirkan banyak tokoh nasional untuk belajar di sini, tetapi tetap menjaga citra unggulnya di hadapan siapa pun. Ini adalah perjalanan yang menuntut kesabaran, keteguhan, dan komitmen untuk menjadi Ksatria Airlangga,” ujarnya.
Arteria menekankan, universitas tidak semata tempat memperoleh gelar, melainkan ruang untuk membenahi diri sekaligus membangun kapasitas intelektual yang berdampak bagi masyarakat. Menurut dia, sistem pendidikan di UNAIR mendorong lulusannya tidak hanya menguasai ilmu, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
“Lulusan UNAIR diharapkan menjadi duta dan patriot yang mampu menjembatani nilai-nilai akademik dengan realitas sosial,” katanya.
Selama menempuh pendidikan, Arteria mengaku tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga ditempa untuk menyelesaikan persoalan secara konkret. Pengalaman tersebut, menurut dia, menjadi bekal penting dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Ia pun berharap nilai-nilai yang diperoleh selama studi, termasuk pembinaan moral dan etika dari para dosen dan guru besar, dapat menjadi fondasi bagi kontribusinya ke depan.
“Ilmu ini diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan generasi yang memahami mana yang benar dan salah, serta berintegritas dalam setiap langkahnya,” ujar Arteria.(*)
Kontributor: Khefti
Editor: Abdel Rafi


