Ansor Jombang Perkuat Regenerasi, 78 Kader Ikuti Pelatihan Kepemimpinan

Momen pembukaan pelatihan kader GP Ansor di Pondok Pesantren Al-Hikam, Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sabtu (4/7/2026). (foto: Mukani)

JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang memperkuat proses kaderisasi melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (3/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026), di Pondok Pesantren Al-Hikam, Jatirejo, Kecamatan Diwek. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya pemimpin-pemimpin Ansor yang mampu membawa organisasi semakin adaptif dan berkualitas.

Pembukaan pelatihan pada hari ini, Sabtu (4/7/2026) dihadiri perwakilan Rijalul Ansor Jawa Timur, Ketua PC GP Ansor Jombang, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek, seluruh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang, serta perwakilan badan otonom Nahdlatul Ulama, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU. Hadir pula unsur Forkopimcam Diwek.

Ketua panitia, M. Hasib Al-Isbily, mengatakan pelatihan diikuti 78 peserta yang terdiri atas 68 peserta PKD dan 10 peserta Dirosah Ula. Seluruh peserta merupakan kader yang berasal dari berbagai PAC GP Ansor di Kabupaten Jombang.

Menurut Hasib, persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan. Ia berharap pelatihan tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan organisasi.

“Semoga lima hingga sepuluh tahun mendatang, para peserta inilah yang akan menjadi pemimpin Ansor di Jombang,” ujarnya.

Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkaruddin Assilahi, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi. Karena itu, pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta mampu menerjemahkannya ke dalam aksi nyata di tengah organisasi maupun masyarakat.

“Kami berharap seluruh peserta memahami substansi kaderisasi dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi organisasi,” kata pria yang akrab disapa Gus Fiqi itu.

Ia menambahkan, melalui PKD diharapkan lahir kader-kader penggerak yang inovatif sehingga roda organisasi di tingkat ranting hingga cabang terus bergerak dengan standar kualitas yang semakin baik.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, turut mengapresiasi antusiasme peserta. Ia berharap seluruh kader mengikuti proses pelatihan dengan penuh semangat dan menjadikannya bekal untuk mengabdi kepada organisasi.

“Semoga Ansor Diwek dapat menjadi contoh bagi Ansor di kecamatan lain dalam membangun organisasi yang kuat dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, dalam mauidzah hasanahnya, Mustasyar PCNU Jombang KH Nur Hadi menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan demi kemajuan organisasi dan kemaslahatan masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin Watugaluh yang akrab disapa Mbah Bolong itu mengingatkan bahwa kader Ansor harus memiliki lima karakter utama, yakni sebagai munadzim yang mampu menata organisasi secara baik, muwahid yang menjadi perekat persatuan masyarakat, mujadid yang melahirkan berbagai pembaruan, murobbi yang menghadirkan nilai-nilai pendidikan, serta mujahid yang istiqamah berjuang untuk kemajuan organisasi.

“Jadilah kader yang mampu menyatukan, memperbaiki, mendidik, dan terus berjuang demi kemajuan Ansor,” pesannya.(*)

Kontributor: Mukani

Editor: Abdel Rafi