
PONOROGO, CAKRAWARTA.com –Rehabilitasi Dam Tempuran di Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, mulai direalisasikan setelah memperoleh alokasi anggaran dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026. Infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana, usia bangunan, dan erosi itu diharapkan kembali memperkuat pasokan air bagi lahan pertanian warga.
Realisasi proyek tersebut turut dikawal Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur H. Miseri Efendy. Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan, Miseri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo dan Komisi C DPRD Kabupaten Ponorogo menggelar sosialisasi kepada masyarakat serta kelompok tani di Balai Desa Bancar.
Miseri mengatakan, keberadaan Dam Tempuran memiliki peran penting dalam menopang sistem irigasi pertanian di wilayah tersebut. Karena itu, rehabilitasi dam menjadi salah satu prioritas yang terus diperjuangkannya agar dapat segera direalisasikan.
“Dam Tempuran memiliki fungsi vital bagi pengairan sawah masyarakat. Alhamdulillah, melalui APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026, proses rehabilitasi sudah mulai dilaksanakan. Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan proyek ini dan pengerjaannya berjalan secara terbuka,” ujarnya pada media ini, Sabtu (4/7/2026).
Dari sisi teknis, perwakilan BPBD Kabupaten Ponorogo, Bayu, menjelaskan rehabilitasi akan difokuskan pada penguatan struktur dam yang mengalami kerusakan akibat usia bangunan dan kikisan arus air.
Menurut dia, pekerjaan meliputi penguatan dinding penahan, normalisasi aliran sungai di sekitar dam, serta sejumlah perbaikan lain agar fungsi bendung kembali optimal dalam mendistribusikan air ke jaringan irigasi pertanian.
“Kami mendampingi proses rehabilitasi agar pelaksanaannya memenuhi standar keamanan infrastruktur sumber daya air sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Bayu.
Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono menyambut baik dimulainya rehabilitasi tersebut. Menurutnya, perbaikan Dam Tempuran telah lama menjadi harapan masyarakat karena kerusakan bangunan menyebabkan distribusi air ke areal persawahan tidak lagi berjalan optimal.
“Perbaikan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Kami mengapresiasi semua pihak yang telah memperjuangkan sehingga rehabilitasi akhirnya dapat dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Mustakim, salah seorang petani setempat. Ia berharap rehabilitasi Dam Tempuran dapat segera selesai sehingga pasokan air untuk lahan pertanian kembali stabil, terutama saat memasuki musim tanam.
“Kami berharap pekerjaan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Jika fungsi dam kembali normal, kebutuhan air sawah akan lebih terjamin sehingga petani bisa lebih tenang menghadapi musim tanam,” katanya.
Pemerintah berharap rehabilitasi Dam Tempuran dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi dan produktivitas pertanian di Kecamatan Bungkal.(*)
Kontributor: Muh. Nurcholis
Editor: Abdel Rafi








