Sunday, March 1, 2026
spot_img
HomeGagasanAgenda Pemerintahan Prabowo

Agenda Pemerintahan Prabowo

Beberapa hari lagi kepemimpinan nasional baru akan dilantik. Pemerintahan baru ini akan meghadapi lingkungan strategis global yang tidak pasti dan tidak jelas. Konflik bersenjata terbuka masih terjadi di Ukraina dan di Timur Tengah, sementara ketegangan makin meningkat di Indo-Pacific karena konflik China-Taiwan, dan insiden tanker Israel yg dicegat oleh TNI AL saat melalui kawasan laut teritorial RI tanpa ijin menuju Australia. Situasi geopolitik global ini langsung berpengaruh pada geoekonomi global karena rantai-pasok yang terganggu.

Di dalam negeri, Presiden terpilih akan menghadapi ekosistem politik ekonomi yang makin liberal-kapitalistik yang dibesarkan oleh UUD 2002. Apakah Prabowo Subianto memiliki cukup keberanian untuk menyatakan dekrit kembali ke UUD 45 naskah asli sebagai terobosan hukum untuk mewujudkan platform politik Gerindra sendiri akan kita lihat dalam waktu dekat. Dukungan TNI akan menentukan terobosan ini. Monopoli politik oleh elite parpol, dan hegemoni ekonomi oleh segelintir taipan telah menyebabkan ersatz capitalism era Soeharto, kini berkembang menjadi full fledged capitalism di era Jokowi. Peran TNI untuk mengimbangi hegemoni elite parpol dan taipan ini penting untuk diperkuat oleh Presiden.

Betapapun instrumental dan stratejik, tentu dekrit untuk kembali ke UUD 45 itu hanya syarat perlu, neccessary condition, tapi masih belum cukup untuk memastikan perwujudan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Syarat cukupnya adalah Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang ditetapkan MPR untuk:

1) menyediakan pendidikan untuk menyediakan syarat-syarat budaya bagi bangsa yang merdeka, kompeten, sehat dan produktif,

2) pasar yang terbuka dan adil bebas riba,

3) investasi yang cukup untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis potensi-potensi agro-maritim yang melimpah,

4) birokrasi yang profesional, amanah dan bebas KKN hingga ke daerah-daerah otonom,

5) pasokan energi yg cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 5-7% per tahun selama 10-20 tahun ke depan, dan,

6) pemerintahan maritim yang efektif untuk memastikan pembangunan ekonimi yang efisien dan merata ke seluruh pelosok RI.

Jika hilirisasi menjadi program penting Jokowi yang akan dilanjutkan Prabowo, maka perlu dipastikan bahwa nilai tambah hasil hilirisasi itu tetap berada di dalam negeri, tidak mengalir lagi ke luar negeri. Basis hilirisasi ini juga harus diperluas untuk mencakup potensi-potensi agro maritim nasional yang terbarukan. Tantangan hilirisasi ini pada aspek commerce-nya yang masih tidak adil dan ribawi. Ketergantungan pada US Dollar harus dikurangi, jika perlu dengan memberbanyak barter dengan negara mitra dagang. Untuk menjaga keseimbangan eksternal, armada laut nasional harus diperkuat dan ditingkatkan produktifitasnya.

Untuk menarik investasi, kinerja birokrasi pusat hingga daerah harus segera ditingkatkan agar makin cakap dan bersih dari KKN. Penggunaan IT menjadi sangat penting agar kemudahan berbisnis bisa ditingkatkan, terutama justru untuk investor dalam negeri. Penangan korupsi harus lebih mengarah pada perbaikan sistemik yang lebih preventif. Jika diperlukan lembaga ad hoc seperti KPK, lembaga ini harus diberi road map yang jelas dengan periode kerja tertentu. Misal 10 tahun.

Peningkatan pasokan energi untuk mendukung target pertumbuhan 7% selama paling tidak 10 tahun ke depan tidak mungkin dicapai tanpa PLTN. Diperlukan paling tidak konsumsi energi perkapita sekitar 5 kLiter per tahun setara Jepang atau Eropa saat ini. Sekarang masih sekitar 1 kL. Pengembangan angkutan publik, sekaligus mengurangi angkutan pribadi juga perlu diprioritaskan agar kita bisa keluar dari jebakan moda-jalan tunggal yang tidak efisien, polutif, dan berbahaya. Pengembangan sumber-sumber energi baru dan terbarukan, termasuk berbahan baku sawit perlu ditingkatkan.

Kita juga membutuhkan National Sea and Coast Guard agar pemerintah mampu hadir secara efektif di laut untuk memastikan mobilitas barang dan manusia di dalam negeri secara efisien, aman dan selamat. Ini akan membuka peluang-peluang bisnis berbasis laut yang lebih luas sekaligus menciptakan lapangan-lapangan kerja baru. Saat ini berbagai Kementerian dan LPND merasa memiliki kewenangan di laut sehingga sering terjadi konflik kepentingan, inefisiensi, serta ketidakpastian iklim bisnis di laut.

Banyak agenda strategis yang menjadi PR pemerintahan Prabowo selama 5 tahun ke depan untuk membawa Indonesia pada kondisi dan situasi yang lebih baik dan maju. Lagi. Semoga.

Kampus Sukolilo Surabaya, 16 Oktober 2024

 

DANIEL MOHAMMAD ROSYID

Guru Besar ITS Surabaya

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular