
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mencanangkan pengajian rutin Kitab Al-Hikam karya ulama sufi Ibnu Atha’illah As-Sakandari sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Pengajian tersebut akan digelar rutin setiap Selasa bakda Asar, mulai 29 September 2026 mendatang.
Katib Syuriah PWNU Jatim KHM Ahsanul Haq mengatakan, pengajian perdana akan dibuka Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir. Setelah itu, pengajian akan dilanjutkan Pj Ketua PWNU Jatim KHM Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun bersama pengurus PWNU Jatim lainnya.
“Ngaji rutin Al-Hikam itu akan diawali dengan pembukaan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir pada Selasa 29 September 2026 dan selanjutnya akan diteruskan oleh Gus Firjaun (Pj Ketua PWNU Jatim KHM Balya Firjaun Barlaman) dan pengurus lain,” kata KHM Ahsanul Haq di Surabaya, Selasa (22/9/2026).
Rencana pengajian rutin tersebut dibahas dalam Rapat Harian PWNU Jatim untuk persiapan HSN 2026. Selain menjadi bagian dari peringatan HSN, agenda ngaji Al-Hikam sekaligus memperkuat tradisi pengajian kitab dan pendalaman nilai-nilai keislaman di lingkungan PWNU Jatim.
Persiapan HSN 2026 dipimpin Ketua Panitia HM Mus’tain yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim. Posisi sekretaris panitia dijabat HM Wafiyul Ahdil, Wakil Sekretaris PWNU Jatim, sedangkan bendahara dijabat H Yoke CK, Bendahara PWNU Jatim.
Menurut Ahsanul Haq, sejumlah kegiatan lain juga tengah disiapkan dan akan dibahas bersama antara PWNU Jatim, Panitia HSN 2026, serta lembaga-lembaga di lingkungan PWNU Jatim.
“Untuk bentuk kegiatan akan dibahas bersama antara PWNU Jatim, Panitia HSN 2026, dan sejumlah Lembaga PWNU Jatim, seperti Lembaga Ta’lif wan Nasr (LTN) PWNU Jatim yang sudah mengusulkan HSN Super League, Rembuk Media bertajuk ‘NU Pasca-Muktamar’, dan sebagainya,” katanya.
Selain usulan dari LTN, PWNU Jatim juga menerima berbagai gagasan dari pengurus harian dan lembaga lainnya. Di antaranya optimalisasi aset LWP PWNU Jatim di Prigen-Malang, khataman Al-Qur’an secara rutin bersama Jamqur-khodam NU, serta penguatan nilai-nilai Aswaja di berbagai lini.
Berbagai agenda tersebut disiapkan di tengah proses penataan organisasi PWNU Jatim pasca-Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
Muktamar tersebut membawa perubahan penting dalam struktur kepemimpinan NU Jawa Timur setelah Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU. Kondisi itu membuat proses penetapan kepengurusan PWNU Jatim selanjutnya masih menunggu kelengkapan kepengurusan PBNU.
Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir mengatakan, pleno penetapan kepengurusan PWNU Jatim pasca-Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masih menunggu proses di tingkat PBNU.
“Pleno di PWNU Jatim itu menunggu kelengkapan kepengurusan PBNU dan pleno PBNU, karena mungkin saja ada pengurus PWNU Jatim yang ditarik ke kepengurusan PBNU. Kita tunggu saja, tapi Gus Firjaun sebagai Pj Ketua ya jalan terus,” katanya.
Meski terjadi perubahan figur dalam struktur kepengurusan, Abdul Matin menegaskan bahwa arah dasar organisasi tidak ikut berubah. Menurutnya, pergantian orang yang menjalankan organisasi tidak boleh mengubah nilai dan prinsip yang menjadi pijakan NU.
“Yang jelas, sopir NU itu bisa siapa saja, tapi trayek NU itu tetap yakni nilai-nilai Qonun Asasi dan Aswaja,” katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa proses pergantian dan penataan kepengurusan PWNU Jatim tidak mengubah orientasi dasar organisasi. Figur kepemimpinan dapat berganti, tetapi nilai-nilai Qonun Asasi dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) tetap menjadi rujukan.
Dalam konteks itu, pencanangan ngaji Al-Hikam tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian HSN 2026, tetapi juga hadir di tengah upaya memperkuat tradisi keilmuan, spiritualitas, dan nilai-nilai keislaman di lingkungan PWNU Jatim.
Dengan agenda pengajian rutin, penguatan Aswaja, kegiatan sosial-keagamaan, serta forum Rembuk Media bertajuk “NU Pasca-Muktamar”, PWNU Jatim berupaya menjaga kesinambungan aktivitas organisasi sembari menunggu proses penataan kepengurusan pasca-Muktamar ke-35 NU.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








