Masjid Tak Sekadar Tempat Ibadah, Ahsanul Haq Dorong Jadi Pusat Ekonomi Umat

Direktur Utama Istiqlal Global Fund, Ahsanul Haq.

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Masjid dinilai memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Masjid juga dapat menjadi pusat aktivitas sosial, pendidikan, literasi, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Direktur Utama Istiqlal Global Fund (IGF) Ahsanul Haq mengatakan, perkembangan masyarakat menuntut masjid mengambil peran lebih besar dalam kehidupan umat, termasuk dalam membangun kemandirian ekonomi.

“Masjid selama ini dikenal sebagai tempat umat menunaikan ibadah. Namun, di tengah perkembangan masyarakat, masjid memiliki peran yang jauh lebih luas,” kata Ahsanul Haq, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, masjid tidak hanya dapat menjadi tempat salat dan pengajian, tetapi juga ruang untuk mengembangkan aktivitas sosial, pendidikan, serta menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ahsanul mencontohkan Masjid Jogokariyan di Yogyakarta sebagai salah satu masjid berbasis komunitas yang mengembangkan fungsi tersebut. Selain menghidupkan kegiatan keagamaan, masjid tersebut dinilai mampu mendorong kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Masjid juga memiliki peran penting dalam memberdayakan ekonomi umat, agar masyarakat dapat tumbuh dan berdaya bersama masjid,” ujarnya.

Menurut Ahsanul, pemberdayaan ekonomi masjid tidak seharusnya berhenti pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Literasi ekonomi umat juga perlu diperkuat agar masyarakat memahami perkembangan ekosistem ekonomi, termasuk pasar modal dan investasi syariah.

Konsep tersebut, kata dia, antara lain dikembangkan Masjid Istiqlal melalui Istiqlal Global Fund.

Melalui edukasi dan pemberdayaan, umat didorong memahami dinamika ekonomi yang terus berubah, baik di tingkat nasional maupun global.

“Harapannya, umat tidak hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menghadapi perubahan ekosistem ekonomi bangsa dan dunia,” katanya.

Dengan demikian, Ahsanul menilai masjid dapat memainkan peran strategis sebagai pusat literasi, pemberdayaan, sekaligus kemandirian ekonomi umat.

Flyer acara. (foto: istimewa)

Pernyataan tersebut disampaikan Ahsanul Haq dalam program Ruang Publik tvMu bertajuk “Masjid sebagai Pusat Ekonomi” yang tayang Sabtu (19/9/2026) pukul 19.30 WIB.

Program tersebut juga menghadirkan Kepala Divisi Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdullah, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah Dr. Amirsyah Tambunan CWC, serta Ketua 2 DKM Masjid Jogokariyan Yogyakarta Ustaz Syubban Rizali Noor S.Ag., dengan Arina Nurrohmah sebagai host.(*)

Kontributor: S. Rahman

Editor: Abdel Rafi