Pangdam XXI/Radin Inten: Seni dan Budaya Jadi Benteng Karakter Bangsa

Pangdam Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi saat menghadiri pembukaan pameran “Nasirun (1965-2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.(foto: Pendam XXI/RI untuk Cakrawarta)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Menjaga kedaulatan bangsa tidak semata dilakukan melalui kekuatan pertahanan. Pelestarian seni dan budaya juga menjadi bagian penting dalam merawat identitas nasional serta memperkuat karakter masyarakat di tengah perubahan zaman.

Komitmen itu tercermin dari kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, pada pembukaan pameran “Nasirun (1965-2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten dalam pameran seni berskala nasional tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya pelestarian kebudayaan nasional. Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9/2026), ia memandang seni bukan sekadar karya estetis, melainkan bagian dari kekayaan bangsa yang memiliki peran dalam membentuk karakter dan memperkuat identitas nasional.

Bagi Kodam XXI/Radin Inten, karya seni yang memiliki nilai sejarah dan pesan kebudayaan merupakan aset strategis yang perlu dirawat. Di tengah derasnya perubahan sosial dan budaya, keberadaan karya-karya tersebut dapat menjadi pengingat terhadap akar kebudayaan sekaligus memperkuat rasa kebangsaan.

Pameran yang menampilkan karya Nasirun tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, Museum dan Cagar Budaya, serta Studio Nasirun. Pameran itu secara resmi dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” juga menjadi ruang untuk mempertemukan seni, sejarah, dan nilai-nilai kebudayaan dalam satu perhelatan. Kehadiran karya seni di ruang publik diharapkan turut memperluas apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Selain Pangdam XXI/Radin Inten dan Menteri Kebudayaan, pembukaan pameran tersebut turut dihadiri Kapolri, jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan RI, tokoh seni dan budaya nasional seperti KH D Zawawi Imron dari Madura, serta sejumlah undangan lainnya.

Kehadiran unsur TNI dalam agenda kebudayaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan ketahanan nasional memiliki dimensi yang lebih luas. Identitas, karakter, dan kebudayaan menjadi bagian dari kekuatan bangsa yang perlu dijaga bersama.(*)

Kontributor: Jhonni

Editor: Abdel Rafi