Setelah Macan Wilis, Nganjuk Siapkan Yonif TP Kedua di Sambikerep

Pjs. Kepala Seksi Teritorial Korem 081/Dhirotsaha Jaya (Kasiter Korem 081/DSJ) Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo dan jajaran saat meninjau lokasi Yonif TP kedua di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (7/9/2026). (foto: Arwang)

NGANJUK, CAKRAWARTA.com – Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, kembali menyiapkan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Setelah Yonif TP 933/Macan Wilis berdiri di Desa Salamrejo, Kecamatan Berbek, satuan serupa direncanakan dibangun di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso.

Desa Sambikerep dipilih sebagai lokasi pembangunan karena dinilai memiliki sejumlah potensi yang mendukung konsep Yonif TP, terutama dalam bidang ketahanan pangan. Selain itu, lokasi tersebut memiliki akses yang strategis dan didukung sejumlah fasilitas publik.

Pjs. Kepala Seksi Teritorial Korem 081/Dhirotsaha Jaya (Kasiter Korem 081/DSJ) Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo mengatakan, kondisi tanah di Desa Sambikerep tergolong subur. Sejumlah komoditas pertanian yang menjadi unggulan wilayah tersebut antara lain padi, jagung, dan sayuran.

“Desa Sambikerep di Rejoso ini memiliki struktur tanah yang sangat subur. Komoditas pertanian unggulannya antara lain padi, jagung, dan sayuran,” kata Timbul saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (7/9/2026).

Potensi pertanian tersebut, lanjut dia, juga didukung keberadaan Bendungan Semantok. Bendungan yang disebut sebagai bendungan terpanjang di Indonesia itu tidak hanya menjadi daya tarik wisata alam, tetapi juga berfungsi sebagai sumber irigasi dan pengendali banjir.

Dari sisi aksesibilitas, lokasi pembangunan Yonif TP di Sambikerep juga dinilai strategis. Kawasan tersebut berada tidak jauh dari jalur jalan provinsi yang menghubungkan Nganjuk dan Bojonegoro. Sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi juga dinilai dapat menunjang aktivitas satuan dan prajurit nantinya.

Timbul berharap, keberadaan Yonif TP di Sambikerep tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan negara. Kehadiran satuan tersebut juga diharapkan memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya.

“Kita tentunya berharap kehadiran satuan ini nantinya mampu menggerakkan perekonomian dengan membuka peluang usaha baru, meningkatkan pertanian dan sektor-sektor lainnya yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan satuan baru tersebut juga diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan di daerah.

Bagi masyarakat Desa Sambikerep, pembangunan Yonif TP bukan sekadar penambahan kompleks militer. Kehadiran satuan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari perkembangan kawasan melalui tumbuhnya aktivitas ekonomi dan sosial baru.

Dengan demikian, pembangunan Yonif TP di Sambikerep diharapkan dapat berjalan beriringan dengan potensi wilayah, terutama sektor pertanian dan ketahanan pangan, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Nganjuk.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi