Kirab Pusaka Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Dandim dan Warga Larut dalam Tradisi

Momen kirab pusaka memperingati Hari Jadi ke-842 Kabupaten Trenggalek, Senin (31/8/2026). (foto: Arwang)

TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Ribuan warga memadati sepanjang jalur Kirab Pusaka dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Prosesi budaya tersebut diikuti Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat.

Kirab dimulai dari depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek dan berakhir di Pendapa Manggala Praja Nugraha. Sejak pagi, warga dari berbagai kalangan telah memenuhi sejumlah titik di sepanjang rute untuk menyaksikan arak-arakan pusaka yang menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi daerah.

Antusiasme warga terlihat dari berbagai usia yang turut menyaksikan prosesi. Sejumlah warga mengabadikan momen kirab menggunakan telepon seluler, sementara anak-anak tampak menikmati kemeriahan arak-arakan.

Bagi masyarakat Trenggalek, Kirab Pusaka bukan sekadar agenda tahunan. Prosesi tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah daerah sekaligus menjaga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam prosesi itu juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dalam merawat identitas budaya daerah.

Dandim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro mengatakan keterlibatan TNI dalam kirab merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal.

“Kirab Pusaka bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk mengenang sejarah dan memperkuat kebersamaan. TNI akan terus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat Trenggalek,” kata Roy Saputro.

Peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek tahun ini mengusung tema Hambeging Bumi. Tema tersebut membawa pesan tentang pentingnya watak, sikap, dan laku hidup manusia yang selaras dengan alam serta bijaksana dalam menjaga keseimbangannya sebagai sumber kehidupan.

Pesan tersebut kemudian dipadukan dengan semangat pelestarian lingkungan. Masyarakat diajak menjaga alam dan menghindari berbagai tindakan yang dapat merusak keseimbangan lingkungan.

Dengan demikian, Kirab Pusaka tidak hanya menjadi perayaan sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga alam.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi