Kirab Tumpeng di Trenggalek, Warga Rawat Tradisi Sedekah Bumi

Momen Kirab Tumpeng Sedekah Bumi di Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026). (foto: Arwang)

TRENGGALEK, CAKRAWARTA.com – Ratusan warga Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengikuti Kirab Tumpeng Sedekah Bumi, Selasa (25/8/2026). Tradisi yang digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menjadi ruang bagi warga untuk bersyukur sekaligus menjaga warisan budaya lokal.

Kirab tumpeng berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Di tengah arak-arakan, Babinsa Desa Slawe dari Koramil 0806-07/Watulimo bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Watulimo turut hadir dan berbaur dengan warga.

Bagi masyarakat Desa Slawe, Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan tahunan. Tradisi tersebut menjadi sarana mempertemukan warga, memperkuat gotong royong, serta menjaga hubungan sosial yang telah terbangun dari generasi ke generasi.

Babinsa Desa Slawe, Serka Imam Asmungi, mengatakan kehadiran TNI dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga, termasuk melalui kegiatan sosial dan kebudayaan.

“TNI bersama pemerintah daerah akan terus mendukung dan menjaga tradisi budaya yang ada di wilayah teritorial Koramil 0806-07/Watulimo. Tradisi seperti Sedekah Bumi merupakan warisan masyarakat yang perlu dilestarikan bersama,” kata Imam.

Menurut dia, ruang kebudayaan dapat menjadi sarana memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat. Kedekatan tersebut tidak hanya dibangun melalui kegiatan keamanan dan pembangunan, tetapi juga melalui aktivitas sosial yang tumbuh dari kehidupan warga.

Imam juga menilai keberlanjutan tradisi sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Karena itu, anak-anak muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengenal dan terlibat dalam berbagai kegiatan budaya di lingkungan mereka.

“Kami berharap generasi muda ikut mengenal, mencintai, dan meneruskan tradisi budaya yang ada di wilayahnya,” ujarnya.

Kemeriahan kirab semakin terasa karena kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang tercermin dalam Sedekah Bumi dinilai sejalan dengan semangat persatuan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.

Bagi warga Desa Slawe, kirab tumpeng juga menjadi kesempatan untuk berkumpul dan berbagi. Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa warisan budaya dapat tetap hidup ketika masyarakat secara bersama-sama menjaga dan menjalankannya.

Keterlibatan pemerintah kecamatan dan Babinsa dalam kegiatan itu turut memperkuat dukungan terhadap pelestarian budaya lokal. Bagi masyarakat, keberadaan aparat di tengah kegiatan budaya bukan hanya simbol dukungan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga hubungan yang dekat dengan warga.

Melalui Kirab Tumpeng Sedekah Bumi, masyarakat Desa Slawe menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern. Selama diwariskan dan dilibatkan kepada generasi berikutnya, tradisi tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi dapat terus hidup sebagai bagian dari identitas masyarakat.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi