
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Sedikitnya 1.000 jamaah memadati Masjid Al-Karomah, Dusun Tebon, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2026) malam. Mereka mengikuti Gebyar Shalawat yang digelar Jamiyah Shalawat Nahdlatul Ulama (JASNU) sekaligus mendoakan kelancaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas.
Antusiasme jamaah membuat sebagian peserta meluber hingga ke jalan poros kecamatan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan pun harus ditutup sementara untuk memberikan ruang bagi jamaah yang hadir.
Kegiatan diawali dengan khatmil Al-Qur’an sejak pagi. Setelah shalat Isya, rangkaian acara dilanjutkan dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin KH Syarifuddin.
Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Diwek, Muhammad Ridwan, mengatakan Gebyar Shalawat merupakan kegiatan rutin JASNU yang digelar setiap Sabtu Wage malam Minggu Kliwon dan diikuti warga NU dari berbagai wilayah Kecamatan Diwek.
“Khusus kali ini, kegiatan juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI serta doa agar Muktamar NU di Tambakberas berjalan lancar, berkah, dan menggembirakan,” kata Ridwan.
Ketua MWCNU Diwek, KH Hamdi Sholeh, mengatakan peringatan kemerdekaan semestinya diisi dengan kegiatan yang memperkuat kepedulian sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat.
“Tidak mudah memperoleh kemerdekaan ini. Perjuangannya bahkan sampai harus mengorbankan darah. Karena itu, mari kita mengisi kemerdekaan dengan peran positif, termasuk menjalankan perintah agama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Nur Hadi atau yang akrab disapa Mbah Bolong mengajak jamaah memperbanyak rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima dalam kehidupan.
Menurut pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin, Watugaluh, tersebut, nikmat kehidupan sering kali baru disadari ketika manusia kehilangan atau tidak dapat merasakannya.
“Allah memberikan banyak nikmat kepada manusia. Bahkan kemampuan untuk bernapas saja merupakan nikmat yang besar,” katanya.
Ia juga mengajak jamaah memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, peringatan Maulid Nabi sebaiknya tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengenalkan keteladanan Nabi kepada masyarakat.
“Perbanyak membaca shalawat sebagai bukti cinta kepada Nabi. Dalam peringatan Maulid, masyarakat dapat diajak membaca Al-Qur’an, mengisahkan perjuangan Nabi, memperbanyak shalawat, dan berbagi makanan,” ujarnya.
Gebyar Shalawat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Ahmad Nurul Fuad, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU Diwek, serta perangkat Desa Kayangan.
Ketua Ranting NU Desa Kayangan, H Minal Muslih, mengapresiasi dipilihnya desa tersebut sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap kegiatan keagamaan yang mempertemukan warga dari berbagai wilayah itu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini sekaligus menjadi momentum memperingati Maulid Nabi dan rutinan Lailatul Ijtima. Semoga membawa keberkahan bagi semua,” katanya.
Minal juga mengapresiasi jamaah yang mengenakan pakaian bernuansa merah dan putih sebagai bagian dari suasana peringatan kemerdekaan.
Gebyar Shalawat ditutup dengan doa bersama. Selain memperkuat tradisi keagamaan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar warga NU Diwek menyambut Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026.(*)
Kontributor: Mukani
Editor: Abdel Rafi








