Dailami Firdaus: LAKB Momentum Satukan Masyarakat Betawi

Dailami Firdaus (tengah) dalam momen pengukuhan kepengurusan LAKB di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8/2026). (foto: Ervan P)

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Senator DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Dailami Firdaus, menilai pengukuhan kepengurusan Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai organisasi dan elemen masyarakat Betawi di Jakarta.

Pengukuhan kepengurusan LAKB dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8/2026). Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat LAKB.

Dailami yang juga menjadi anggota Dewan Adat LAKB mengatakan keberadaan lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bersama bagi berbagai organisasi dan komunitas Betawi.

“Semoga setelah ada LAKB ini, sebagaimana Pak Fauzi Bowo katakan, menjadi one stop service untuk urusan-urusan Betawi. Lembaga inilah yang berhubungan langsung dengan Pak Gubernur,” kata Dailami dalam keterangannya pada media ini, Sabtu (29/8/2026).

Menurut dia, penyatuan berbagai elemen Betawi dalam satu kelembagaan dapat memperkuat posisi masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta. Sinergi antara LAKB dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga dinilai penting agar aspirasi masyarakat Betawi dapat disampaikan dan diperjuangkan secara lebih terkoordinasi.

“Pak Gubernur sudah bersinergi dengan lembaga ini. Ini menjadi sesuatu yang membuat Betawi semakin kuat dan semakin maju ke depannya,” ujarnya.

Dailami melihat keterlibatan berbagai organisasi dalam kepengurusan LAKB sebagai tanda bahwa upaya menyatukan masyarakat Betawi mulai menemukan bentuknya. Sejumlah organisasi dan komunitas Betawi hadir dalam pengukuhan tersebut.

“Semua elemen ada. Kalau ada satu atau dua yang tidak datang, bukan berarti mereka tidak mau datang, mungkin ada kegiatan lain,” katanya.

Ia menyebut sejumlah organisasi yang selama ini aktif dalam kehidupan masyarakat Betawi, antara lain Bamus Betawi, Bamus Suku Betawi 1982, Forum Betawi Rempug (FBR), Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), dan Forkokabi.

“Dari mulai tadi disebutkan ada Bamus Betawi, Bamus Suku Betawi 1982, FBR, Forkabi, Forkokabi, dan lainnya. Semua ada, semua menjadi satu,” ujar Dailami.

Fauzi Bowo Dinilai Figur Pengayom

Dailami juga mengapresiasi pengukuhan Fauzi Bowo sebagai Ketua Dewan Adat LAKB. Menurut dia, pengalaman Fauzi sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta dan tokoh senior Betawi menjadi modal penting untuk menjalankan peran sebagai pengayom berbagai elemen masyarakat Betawi.

“Saya sangat bergembira hari ini bisa dikukuhkan, dan Pak Fauzi ini figur yang sangat tepat. Beliau senior dan pernah menjadi gubernur,” katanya.

Dailami berharap Fauzi Bowo bersama jajaran LAKB mampu merangkul berbagai kelompok dan organisasi Betawi tanpa membedakan latar belakang kelembagaan.

“Kita memang membutuhkan figur seperti Bang Foke. Semoga Betawi ke depan semakin maju, kaum Betawi bisa menjadi tuan rumah, semakin sejahtera, dan berkiprah dalam banyak hal,” ujarnya.

Menurut Dailami, penguatan kelembagaan masyarakat Betawi tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga dengan peningkatan kesejahteraan dan partisipasi masyarakat Betawi dalam pembangunan Jakarta.

Ia berharap LAKB dapat mengambil peran dalam menjaga seni, tradisi, dan kearifan lokal Betawi di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global.

“Jakarta akan berusia lima abad tahun depan dan menjadi kota global yang tetap bisa menjaga kearifan lokalnya,” kata Dailami.

Bagi Dailami, pengukuhan LAKB menjadi kesempatan untuk membangun titik temu di antara berbagai unsur masyarakat Betawi. Persatuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada struktur organisasi, tetapi berlanjut dalam kerja bersama untuk menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Betawi.(*)

Kontributor: Ervan P

Editor: Abdel Rafi