
BANGKALAN, CAKRAWARTA.com – TNI Angkatan Darat memperkuat pelaksanaan Karya Bakti untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Madura, Jawa Timur. Sejumlah sasaran fisik, mulai dari pembangunan jembatan, penyediaan sumber air, rehabilitasi fasilitas pendidikan hingga perbaikan rumah warga, ditinjau langsung Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KASAD) Mayjen TNI Rachmad Zulkarnaen di wilayah Kodim 0829/Bangkalan, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program Bakti TNI AD untuk rakyat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat langsung. Dalam kunjungan itu, Aster KASAD juga berdialog dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kodim 0829/Bangkalan, kemudian dilanjutkan ke Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan untuk bertemu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Aster Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Timmy Prasety H mengatakan Bakti TNI merupakan salah satu bentuk kontribusi TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Bakti TNI AD turut menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya dalam memperkuat infrastruktur, meningkatkan konektivitas, mengoptimalkan potensi wilayah, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Timmy melalui keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Selain pembangunan fisik, Bakti TNI AD mencakup sejumlah kegiatan sosial dan kesehatan, seperti operasi katarak, operasi bibir sumbing, khitanan massal, serta donor darah.
Salah satu sasaran yang ditinjau Aster KASAD adalah pembangunan Jembatan Garuda di Jalan Halim Perdana Kusuma, Dusun Junok, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.
Jembatan tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat memperbaiki konektivitas masyarakat. Dalam kunjungan itu, Aster KASAD berdialog dengan warga untuk mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus mendengarkan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan mengenai kebutuhan infrastruktur juga dilakukan melalui konferensi video dengan Kepala Staf Angkatan Darat. Dalam forum tersebut disampaikan permintaan pembangunan jembatan di Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, serta kebutuhan sumber air dan tempat pembuangan sampah, khususnya di lingkungan pondok pesantren.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Dusun Sacan, Desa Tlomar, Kecamatan Tanah Merah, untuk melihat progres rehabilitasi Sekolah Tlomar 2 dan pembangunan sumur bor.
Penyediaan sumber air menjadi salah satu perhatian karena akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air.
Dorong Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan Bakti TNI AD di wilayah Madura. Pemerintah Kabupaten Bangkalan menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antara TNI dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di tingkat lokal.
Apresiasi serupa disampaikan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Sejumlah kegiatan Bakti TNI AD di daerah itu, seperti pembangunan masjid, jembatan, sumur bor, fasilitas pendidikan, operasi katarak, donor darah, hingga pemberian kaki palsu, dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan penutupan Bakti TNI AD.
Menurut Timmy, pelaksanaan Bakti TNI tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana fisik, tetapi juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas teritorial TNI untuk membantu masyarakat.
Di Madura, kegiatan tersebut diarahkan pada kebutuhan yang dinilai mendesak, seperti pembangunan dan perbaikan infrastruktur, penyediaan sumber air, rehabilitasi rumah tidak layak huni, fasilitas pendidikan, serta pelayanan sosial dan kesehatan.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kunjungan Aster KASAD di wilayah Kodim 0829/Bangkalan sekaligus menjadi evaluasi terhadap pelaksanaan program di lapangan. Peninjauan langsung dan dialog dengan warga dilakukan untuk memastikan sasaran Karya Bakti tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Program Karya Bakti TNI AD di Madura diharapkan dapat terus memperkuat akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar, air bersih, pendidikan, serta pelayanan sosial. Pada saat yang sama, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap kegiatan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.(*)
Kontributor: Bambang
Editor; Abdel Rafi








