
JOMBANG, CAKRAWARTA.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Timur menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, 27-31 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan menjadi ruang silaturahmi, diskusi gagasan, dan penguatan kontribusi sarjana serta profesional Nahdlatul Ulama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Posko PW ISNU Jawa Timur di Jalan KH Wahab Hasbullah 43 A, Tambakberas Selatan, Rabu (19/8/2026) petang. Posko tersebut berjarak sekitar 700 meter dari lokasi utama Muktamar dan akan menjadi pusat koordinasi serta tempat pertemuan kader ISNU dari berbagai daerah.
Sekretaris PW ISNU Jawa Timur, Muhammad Dawud, mengatakan keberadaan posko tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kelancaran Muktamar, tetapi juga menjadi ruang bagi kader ISNU untuk bertukar gagasan mengenai masa depan NU.
“Posko ini didedikasikan sebagai ruang bagi seluruh kader ISNU untuk bersilaturahmi dan berkoordinasi. Kami ingin memanfaatkan momentum Muktamar untuk mempererat ukhuwah sekaligus mendiskusikan berbagai isu strategis,” ujar Dawud dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Salah satu agenda utama yang disiapkan ialah podcast yang berlangsung setiap hari selama rangkaian Muktamar. Kegiatan tersebut dijadwalkan pada 26-30 Agustus 2026 dengan menghadirkan akademisi, profesional, dan sejumlah tokoh untuk membahas tema “Menyongsong Peran NU di Abad Kedua”.
Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain peningkatan kompetensi sumber daya manusia NU, kaderisasi, persaingan usaha di era digital, serta peran generasi Z dalam khidmat kepada NU.
Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) KH Muhammad Nur Hayid dijadwalkan membahas penguatan kompetensi sumber daya manusia NU di tengah perubahan sosial dan ekonomi. Sementara itu, Prof Mas’ud Said akan membahas kaderisasi di lingkungan NU.
Prof Afif Hasbullah dijadwalkan mengupas persaingan usaha di era digital, sedangkan anggota DPRD Jawa Timur H Athoillah atau Gus Aik akan membahas generasi Z dan khidmat di NU. Sejumlah tokoh nasional lainnya juga dijadwalkan mengisi rangkaian diskusi tersebut.
Selain diskusi, PW ISNU Jawa Timur menyiapkan pelatihan videografi yang terbuka untuk masyarakat umum di Gedung PKK, kompleks Pendopo Kabupaten Jombang, pada 26 Agustus 2026.
Kegiatan lainnya adalah seminar dan talkshow ISNUPRENEUR UMKM: Ekonomi Kerakyatan 2.0 yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pengurus Pusat ISNU, PW ISNU Jawa Timur, dan PC ISNU Jombang untuk mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan di kalangan warga NU.
“Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendamping Muktamar, tetapi juga memberikan manfaat konkret, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan ekonomi warga NU,” kata Dawud.
PW ISNU Jawa Timur juga akan berpartisipasi dalam Expo dan Bazar Muktamar. Pada stan ISNU, pengunjung dapat memperoleh layanan konsultasi dan sertifikasi halal. Sejumlah produk unggulan keluarga besar ISNU juga akan dipamerkan untuk mendukung pengembangan produk lokal.
Menurut Dawud, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya ISNU Jawa Timur mengambil peran dalam momentum Muktamar ke-35 NU. Selain memperkuat silaturahmi antaranggota, kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang bagi sarjana dan profesional NU untuk menyumbangkan gagasan bagi perkembangan organisasi.
“Kami berharap momentum Muktamar dapat menjadi ruang bagi para intelektual dan profesional untuk terus berkontribusi bagi kemajuan NU sekaligus bangsa,” ujarnya.(*)
Kontributor: Dawud
Editor: Abdel Rafi








