
MALANG, CAKRAWARTA.com – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melepas 669 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang telah menuntaskan pendidikan dan pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026.
Ratusan sarjana tersebut dipersiapkan untuk terjun ke tengah masyarakat dan mengambil peran dalam memperkuat pengelolaan koperasi desa hingga pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan nelayan.
Pelepasan dilakukan bersamaan dengan penutupan Pendidikan dan Pelatihan SPPI KDKMP dan KNMP Tahun 2026 di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (31/7/2026).
Para lulusan diharapkan tidak sekadar menjadi tenaga pendamping, tetapi mampu tampil sebagai penggerak pembangunan yang dapat mengidentifikasi potensi ekonomi daerah, membangun kolaborasi, serta mendorong kegiatan usaha produktif berbasis kebutuhan masyarakat.
Dalam amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI yang dibacakan Pangdam V/Brawijaya, para lulusan disebut telah mendapatkan bekal kepemimpinan, integritas, kedisiplinan, serta kompetensi untuk mendukung pengelolaan KDKMP dan KNMP secara profesional dan akuntabel.
”Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan dan pelatihan ini. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan komitmen Saudara dalam mempersiapkan diri sebagai penggerak pembangunan bangsa,” demikian amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.
Para lulusan juga dituntut mampu beradaptasi dengan beragam karakteristik dan persoalan di daerah penugasan. Kemampuan berinovasi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dari tugas mereka.
Kehadiran para sarjana penggerak tersebut diharapkan membuat KDKMP dan KNMP tidak berhenti sebagai kelembagaan ekonomi secara administratif. Keduanya diarahkan menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu membuka peluang usaha, mengembangkan potensi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bekal Kepemimpinan dan Bela Negara
Selama mengikuti pendidikan dan pelatihan, 669 peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan koperasi dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Mereka juga menjalani pembinaan kepemimpinan, kedisiplinan, integritas, dan nilai-nilai bela negara sebagai bekal menghadapi dinamika ketika bertugas di lapangan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan melalui amanatnya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara, tenaga pendidik, pelatih, pembina, dan pengawas yang terlibat dalam pendidikan tersebut.
”Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh penyelenggara, tenaga pendidik, pelatih, pembina, pengawas, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 dengan baik,” demikian petikan amanat tersebut.
Penutupan pendidikan ditandai dengan penanggalan tanda peserta, penyerahan ijazah, dan pemasangan pin Bela Negara. Upacara turut dihadiri pejabat utama Kodam V/Brawijaya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan organisasi perangkat daerah Kota Malang, serta sejumlah tamu undangan.
Selepas pendidikan, tantangan sesungguhnya menanti para lulusan di daerah penugasan. Mereka diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan dan pembinaan yang diperoleh selama pendidikan menjadi program konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui KDKMP, para sarjana penggerak diharapkan turut memperkuat aktivitas ekonomi berbasis desa. Sementara melalui KNMP, mereka diharapkan mampu mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan.
Dengan demikian, keberadaan 669 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia tersebut diharapkan menjadi salah satu kekuatan sumber daya manusia dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari desa hingga kampung nelayan.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








