Mengetuk Pintu Langit Jelang Muktamar Ke-35 NU, 800 Nahdliyin Bermunajat di Surabaya

Lautan manusia berdzikir dan bermunajat kepada Allah SWT untuk kesuksesan Muktamar NU ke-35 dan Indonesia di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Minggu (26/7/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com –Sekitar 800 nahdliyin bermunajat bersama di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Surabaya, Minggu (26/7/2026). Melalui lantunan dzikir dan doa, mereka ”mengetuk pintu langit” memohon kelancaran Muktamar Ke-35 NU sekaligus keselamatan dan keberkahan bagi Indonesia menjelang HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Dzikir dan doa bersama yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur itu dipimpin Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Matin Djawahir.

Mengusung tema ”Mengetuk Pintu Samawat untuk Muktamar dan Indonesia Selamat”, kegiatan tersebut diikuti pengurus LDNU Jawa Timur, badan otonom dan lembaga di lingkungan PWNU Jawa Timur, ulama, tokoh masyarakat, santri, mahasiswa, serta jamaah majelis taklim.

Suasana khidmat menyelimuti rangkaian dzikir dan doa. Para peserta mengikuti lantunan doa yang dipimpin Abdul Matin. Sejumlah jamaah tampak meneteskan air mata selama munajat berlangsung.

Doa secara khusus dipanjatkan agar Muktamar Ke-35 NU dapat berlangsung lancar, damai, dan bermartabat. Selain itu, jamaah mendoakan Indonesia agar senantiasa diberi keamanan, persatuan, dan keberkahan.

Seusai dzikir dan doa, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun menyampaikan mauizah hasanah. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang tidak mudah dijalankan.

”Menjadi pemimpin itu tidak gampang sehingga tidak semua orang mampu menjadi pemimpin. Dari sinilah diperlukan pertolongan Allah melalui dzikir dan doa,” kata Gus Firjaun.

Ketua LDNU Jawa Timur KH Syukron Djazilan mengatakan, dzikir bersama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang peringatan kemerdekaan. Kegiatan itu, menurut dia, merupakan ikhtiar spiritual untuk menyongsong dua momentum penting, yakni Muktamar Ke-35 NU dan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Syukron mengatakan, perjalanan Indonesia tidak hanya ditopang perjuangan fisik para pendahulu, tetapi juga doa dan ikhtiar batin para ulama serta pejuang.

Karena itu, menjelang Muktamar Ke-35 NU dan peringatan kemerdekaan, LDNU Jawa Timur mengajak warga NU dan masyarakat memperkuat ikhtiar lahiriah dengan doa bersama.

”Kami mengajak seluruh warga NU dan masyarakat untuk bersama-sama mengetuk pintu langit melalui dzikir dan doa,” ujarnya.

Menurut Syukron, doa juga dipanjatkan agar dinamika menjelang Muktamar NU tetap berada dalam suasana yang sejuk dan mengedepankan kemaslahatan organisasi, umat, serta bangsa.

”Semoga Indonesia senantiasa diberi keamanan, persatuan, dan keberkahan, serta Muktamar NU berlangsung dengan damai, bermartabat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat dan bangsa,” katanya.

Merawat Tiga Persaudaraan

Sekretaris LDNU Jawa Timur KH Moch Khoirul Anwar mengatakan, munajat bersama juga dimaksudkan untuk memperkuat tiga prinsip persaudaraan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan Nahdlatul Ulama.

Ketiganya ialah ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama Muslim, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan, serta ukhuwah basyariyah atau persaudaraan kemanusiaan.

Menurut Khoirul, tantangan yang dihadapi bangsa pada era global membutuhkan keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah. Dzikir dan doa bersama, kata dia, menjadi salah satu cara membangun optimisme sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

”Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang menyatukan ulama, santri, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam satu ikhtiar spiritual,” ujarnya.

Ia berpandangan, munajat yang dilakukan secara berjamaah juga memiliki dimensi sosial karena mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat yang sama, yakni menjaga persatuan.

”Ketika doa dipanjatkan secara berjamaah dengan keikhlasan, lahirlah energi persatuan yang menjadi modal besar untuk menjaga keutuhan NKRI, sekaligus menyongsong Muktamar NU dengan penuh kedamaian dan keberkahan,” kata Khoirul.

Bagi LDNU Jawa Timur, ikhtiar spiritual tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga suasana menjelang Muktamar Ke-35 NU tetap teduh. Dari Surabaya, ratusan nahdliyin menyatukan doa agar forum tertinggi organisasi NU itu berjalan damai dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi jam’iyah, umat, dan Indonesia.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi