Satgas Yonif 521/DY Kembali dari Papua, Pangdam Brawijaya: Kalian Hadirkan Rasa Aman

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin saat menyambut dan menyapa langsung prajurit Satgas Pamtas Yonif 521/Dadaha Yodha dalam upacara purna tugas di Lapangan Satlinlamil 2, Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, Rabu (15/7/2026).(foto: Pendam V/Brw untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini Kewilayahan Yonif 521/Dadaha Yodha kembali ke Jawa Timur setelah menuntaskan operasi di Papua. Seluruh personel dilaporkan tiba dalam keadaan sehat dan selamat.

Kepulangan mereka disambut Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dalam upacara purna tugas di Lapangan Satlinlamil 2, Ujung, Kecamatan Semampir, Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Rudy, yang juga menjabat Komandan Komando Garnisun Tetap III/Surabaya, mengapresiasi dedikasi para prajurit selama menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Niugini pada 2025-2026.

Menurut Rudy, tugas di Papua tidak semata berkaitan dengan pengamanan wilayah. Kehadiran prajurit juga membawa tanggung jawab untuk membangun rasa aman dan membantu masyarakat di wilayah penugasan.

”Kalian bukan hanya menjaga kedaulatan wilayah NKRI, tetapi juga menjadi duta TNI yang menghadirkan rasa aman bagi masyarakat serta membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan,” kata Rudy.

Ia menyebut keberhasilan seluruh personel kembali dengan selamat tidak terlepas dari profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan kesiapsiagaan prajurit selama berada di daerah operasi.

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian selama penugasan ialah evakuasi enam personel Pos Satgas Mandala yang terluka akibat kerusuhan di wilayah operasi. Personel Satgas Yonif 521/DY terlibat dalam proses evakuasi para korban.

Rudy menilai tindakan tersebut memperlihatkan kemampuan prajurit merespons situasi yang berkembang cepat di daerah penugasan. Kondisi keamanan dan karakter wilayah operasi menuntut personel tetap siaga sekaligus mampu mengambil tindakan secara terukur.

”Selaku Dankogartap III/Surabaya dan pribadi, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 521/Dadaha Yodha atas patriotisme dan dedikasinya,” ujarnya.

Pengalaman Jadi Bekal

Rudy meminta pengalaman selama bertugas di Papua tidak berhenti sebagai catatan penugasan. Pengalaman tersebut, menurut dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan satuan dan profesionalisme prajurit dalam menghadapi tugas berikutnya.

Para prajurit juga diminta segera menyesuaikan diri setelah kembali ke satuan asal. Selain melakukan evaluasi penugasan dan merawat perlengkapan satuan, mereka diingatkan untuk kembali membangun kebersamaan dengan keluarga setelah menjalani tugas operasi.

Upacara penyambutan dipimpin Rudy dan diikuti sekitar 450 personel. Letkol Inf Rahadyan Surya M, yang merupakan Komandan Satgas Yonif 521/DY, bertindak sebagai komandan upacara.

Hadir pula Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI M Aidi, Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, pejabat utama Kodam V/Brawijaya, unsur Kogartap III/Surabaya dan TNI Angkatan Laut, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur.(*)

Kontributor: Bambang

Editor: Abdel Rafi