
NGANJUK, CAKRAWARTA.com – Sekitar seribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Nganjuk mengikuti Workshop Pengembangan Keprofesian dan Kompetensi Berkelanjutan (PPKB-PAI) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran agama yang lebih humanis melalui pendekatan pendidikan berbasis cinta.
Pembukaan workshop yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Kusuma Negara, Kertosono, Selasa (7/7/2026), diikuti guru PAI dari jenjang TK, SLB, SD, SMP, SMA hingga SMK. Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Nganjuk periode 2026-2031.
Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk Abdul Rohman, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Moh. Amak Burhanudin, Ketua DPW AGPAII Jawa Timur Mokh. Fakhrudin Siswo Pranoto, serta jajaran pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Ketua Panitia Arifudin Zuhri mengatakan, workshop ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi guru PAI agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan agama di sekolah.
“Workshop ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Yang lebih penting adalah implementasi hasilnya di ruang-ruang kelas sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI,” ujarnya.
Kepala Bidang PAIS Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur Moh. Amak Burhanudin mengapresiasi tingginya antusiasme para guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, guru PAI memiliki peran strategis dalam menyukseskan berbagai program prioritas Kementerian Agama.
Ia menyebutkan sejumlah agenda yang kini menjadi fokus kementerian, antara lain penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, pengembangan ekoteologi, pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, penguatan ekonomi umat, optimalisasi fungsi rumah ibadah, hingga digitalisasi tata kelola kelembagaan.
“Pengurus AGPAII harus menjadi teladan bagi guru-guru lainnya. Ikuti workshop ini secara sungguh-sungguh karena setelah pelatihan akan ada tindak lanjut yang perlu diterapkan di sekolah masing-masing,” katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nganjuk Abdul Rohman turut mengapresiasi dedikasi para guru PAI yang selama ini terus menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan karakter peserta didik.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak para guru memaknai profesinya sebagai pengabdian yang dilandasi rasa cinta. Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik.
“Ketika guru mengajar dengan penuh cinta, peserta didik akan lebih mudah menerima ilmu sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengenali karakter setiap peserta didik, terutama bagi guru PAI yang memikul tanggung jawab membentuk akhlak generasi muda.
“Bangunlah persepsi bahwa belajar agama merupakan pengalaman yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membebani,” katanya.
Ketua DPW AGPAII Jawa Timur Mokh. Fakhrudin Siswo Pranoto dalam sesi penguatan materi menekankan pentingnya implementasi kurikulum berbasis cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang lebih memanusiakan peserta didik.
Menurut dia, peningkatan kapasitas organisasi guru akan berdampak langsung terhadap profesionalisme sekaligus kesejahteraan guru PAI. Karena itu, AGPAII Jawa Timur berkomitmen memperluas kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan akademik.
Workshop PPKB-PAI 2026 dijadwalkan berlangsung hingga tiga hari ke depan dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Selain memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antarguru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Nganjuk.(*)
Kontributor: Abdul Kharis
Editor: Abdel Rafi








