Lolos Seleksi 20 Bulan, 16 Relawan Disiapkan Jadi Tim Evakuasi Gedung BPBD Jatim

Sebanyak 16 relawan yang dinyakan lolos untuk memperkuat tim sarana evakuasi gedung milik BPBD Jatim berfoto bersama sesuai mengikuti program peningkatan kapasitas Chapter 3 di Gedung Gerha Majapahit BPBD Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).(foto: Rizki D)

SIDOARJO, CAKRAWARTA.com – Seleksi berjenjang selama hampir dua tahun akhirnya melahirkan 16 relawan yang diproyeksikan memperkuat tim sarana evakuasi gedung milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Mereka merupakan peserta yang mampu bertahan dalam rangkaian “Arisan Ilmu Nol Rupiah” (AINR) ke-67 yang menerapkan sistem gugur selama 20 bulan.

Program peningkatan kapasitas relawan tersebut ditutup melalui Chapter 3 bertema “Praktik Lapangan Pengenalan Sarana Evakuasi” di Gedung Gerha Majapahit BPBD Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026). Dari puluhan peserta yang mengikuti tahap awal, hanya 16 orang yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.

Narasumber sekaligus instruktur pelatihan, Setiabudi Anurcahya, mengatakan peserta yang hadir pada tahap akhir merupakan mereka yang lolos dari proses seleksi alam melalui kehadiran dan keterlibatan penuh di setiap chapter.

“Ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari rangkaian pelatihan sebelumnya. Karena menggunakan sistem gugur, akhirnya hanya 16 peserta yang berhasil mengikuti hingga tahap praktik lapangan,” ujarnya.

Koordinator AINR, Lusia Affandi, menjelaskan, pelatihan dimulai pada 27 Oktober 2024 melalui Chapter 1 bertema Pengenalan Sarana Evakuasi. Tahap berikutnya digelar 26 Januari 2025 dengan materi Sarana Evakuasi. Seluruh peserta kemudian mengikuti Chapter 3 yang berfokus pada praktik lapangan.

Menurut Lusia, peserta yang tidak mengikuti salah satu tahapan otomatis dinyatakan gugur sehingga tidak dapat melanjutkan ke chapter berikutnya.

“Peserta yang sampai di tahap ini benar-benar hasil seleksi. Mereka harus konsisten mengikuti seluruh proses selama hampir dua tahun,” katanya.

Setiabudi menuturkan, 16 peserta tersebut dipersiapkan untuk mendukung BPBD Jawa Timur, terutama dalam kegiatan pra asesmen bangunan bertingkat dan kesiapsiagaan evakuasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Mereka telah memperoleh pembekalan teori dan praktik mengenai sistem evakuasi gedung. Jika diperlukan, mereka dapat membantu BPBD Jawa Timur melakukan praasesmen maupun pendampingan evakuasi,” ujarnya.

Meski telah menyelesaikan seluruh tahapan, para relawan masih akan menjalani latihan lanjutan guna memperkuat kemampuan teknis. Pelatihan tambahan direncanakan berlangsung pada Juli mendatang di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.

Pada sesi praktik lapangan, peserta mempelajari berbagai aspek keselamatan bangunan, mulai dari perhitungan Occupant Load Factor (OLF) untuk menentukan kapasitas aman penghuni gedung, pengujian kecepatan aliran udara (air velocity) dalam sistem pengendalian asap, pemeriksaan tekanan udara dan gaya buka pintu jalur evakuasi, hingga evaluasi kebutuhan pintu keluar, tangga darurat, serta sistem pencahayaan darurat.

Melalui pelatihan berjenjang tersebut, SRPB Jawa Timur berharap semakin banyak relawan yang memiliki kompetensi teknis dalam mendukung upaya mitigasi bencana, khususnya pada penanganan keadaan darurat di bangunan bertingkat.(*)

Kontributor: Rizki D

Editor: Abdel Rafi