Ketum KB PII Ajak Kader Dukung Agenda Prabowo Berantas Mafia SDA

Ketum PP KB PII Nasrullah Larada (podium) saat membuka Musywil VII KB PII Jawa Tengah di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (27/6/2026). (foto: Ahmad Toha A)

SEMARANG, CAKRAWARTA.com – Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Nasrullah Larada mengajak seluruh kader organisasi dan elemen masyarakat memberikan dukungan terhadap berbagai agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola sumber daya alam serta mewujudkan pemerataan ekonomi.

Ajakan tersebut disampaikan Nasrullah saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KB PII Jawa Tengah di Hotel Grasia, Semarang, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Nasrullah, pemerintah saat ini menunjukkan kemauan politik yang kuat untuk membenahi pengelolaan sumber daya alam yang selama ini, menurutnya, lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu.

“Siapa pun presidennya, ketika memiliki political will yang kuat untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, sudah semestinya kita sebagai kader umat memberikan dukungan,” ujar Nasrullah.

Ia menilai sejumlah kebijakan strategis yang ditempuh Presiden Prabowo merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional sekaligus mengurangi praktik-praktik yang dinilainya merugikan negara.

Dalam pidatonya, Nasrullah juga menyinggung praktik perdagangan komoditas yang, menurutnya, selama ini membuat nilai tambah sumber daya alam Indonesia lebih banyak dinikmati negara lain.

Ia mencontohkan perdagangan komoditas seperti ikan hias dan minyak sawit mentah (CPO) yang, menurutnya, menunjukkan masih adanya persoalan dalam tata niaga nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar. Karena itu, tata kelolanya harus benar-benar berpihak pada kepentingan bangsa,” katanya.

Selain itu, Nasrullah mengkritik minimnya respons kalangan akademisi terhadap isu pengelolaan sumber daya alam. Menurut dia, perguruan tinggi, pakar, dan akademisi perlu lebih aktif memberikan kajian ilmiah yang dapat mendukung perbaikan kebijakan publik.

“Kalau memang ada persoalan besar dalam pengelolaan sumber daya alam, mestinya ruang-ruang akademik juga aktif membahasnya,” ujarnya.

Nasrullah menegaskan dukungan KB PII terhadap pemerintah bukan didasarkan pada kepentingan politik praktis ataupun jabatan, melainkan atas penilaian terhadap komitmen pemerintah dalam menjalankan agenda perbaikan.

“Saya menyampaikan ini bukan karena jabatan apa pun. Saya melihat ada kemauan yang serius untuk membenahi keadaan,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta seluruh kader KB PII di berbagai daerah ikut menyosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat serta menjaga iklim politik yang kondusif.

“Kita harus menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana politik yang sehat agar agenda pembangunan dapat berjalan dan tujuan bernegara dapat diwujudkan,” ujarnya.

Muswil VII KB PII Jawa Tengah turut dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, yang juga merupakan mantan aktivis PII. Sementara itu, Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan sambutan secara daring.

Forum tersebut juga menetapkan Yanuar Nurrohman kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah KB PII Jawa Tengah periode 2026-2030.(*)

Kontributor: Ahmad Toha A

Editor: Abdel Rafi