Di Green House Ngawi, Petani Milenial Tunjukkan Wajah Baru Pertanian Modern

Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto saat mengunjungi green house milik petani milineal di Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/6/2026). (foto: Arwang)

NGAWI, CAKRAWARTA.com – Hamparan tanaman melon yang tumbuh rapi di dalam green house di Desa Bintoyo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, menjadi gambaran bagaimana sektor pertanian mulai bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Di tempat itu, petani milenial Danang mengembangkan budidaya melon dengan pendekatan modern yang memadukan teknologi, efisiensi, dan orientasi pasar.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Arm Untoro Hariyanto, saat meninjau lokasi budidaya pada Jumat (19/6/2026).

Menurut Untoro, langkah yang dilakukan Danang menunjukkan bahwa pertanian dapat berkembang menjadi sektor usaha yang modern, produktif, dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi generasi muda.

“Pertanian saat ini harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Apa yang dilakukan petani milenial seperti Mas Danang patut diapresiasi karena mampu mengembangkan sistem pertanian yang lebih modern, efektif, dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan,” ujar Untoro.

Ia menilai, budidaya melon dengan sistem green house dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan usaha pertanian yang tidak selalu membutuhkan lahan luas. Selain meningkatkan produktivitas, metode tersebut juga mampu memberikan nilai tambah bagi petani melalui kualitas hasil panen yang lebih terjaga.

Karena itu, Untoro berharap model budidaya yang diterapkan Danang dapat diperkenalkan dan direplikasi lebih luas oleh masyarakat, terutama kalangan generasi muda yang selama ini masih memandang sektor pertanian sebagai pekerjaan yang kurang menarik.

Baginya, keberhasilan petani muda dalam mengembangkan usaha pertanian berbasis teknologi menjadi bukti bahwa sektor pangan menyimpan peluang ekonomi yang besar apabila dikelola secara inovatif.

“Kita membutuhkan lebih banyak petani muda yang kreatif, inovatif, dan berani memanfaatkan teknologi. Dengan begitu, pertanian tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan biasa, tetapi sebagai sektor usaha yang menjanjikan dan memiliki prospek besar,” katanya.

Untoro menambahkan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional. Kehadiran petani milenial yang mampu mengadopsi teknologi dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan di masa mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, Untoro juga mencicipi langsung melon hasil budidaya yang dikembangkan Danang. Ia mengaku terkesan dengan kualitas buah yang dihasilkan, baik dari segi rasa maupun tampilannya.

Kisah Danang menjadi contoh bahwa pertanian modern tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membuka harapan baru bagi lahirnya generasi petani muda yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.(*)

Kontributor: Arwang

Editor: Abdel Rafi