
MEDAN, CAKRAWARTA.com – Di tengah meningkatnya gelombang aksi unjuk rasa di sejumlah daerah, Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Sumatera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondusivitas daerah. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, menurut dia, setiap bentuk penyampaian pendapat perlu dilakukan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
“Ruang demokrasi harus tetap hidup. Masyarakat, khususnya mahasiswa, memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan gagasan terhadap berbagai persoalan bangsa. Namun, di sisi lain, kita juga harus memastikan setiap gerakan berjalan tertib, damai, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas,” ujar Irham di Medan, Jumat (19/6/2026).
Menurut Irham, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menyuarakan aspirasi dapat menjadi energi positif bagi perbaikan bangsa apabila disertai argumentasi yang kuat serta menawarkan solusi yang konstruktif.
Ia menilai kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
“Kritik adalah bagian dari kecintaan terhadap bangsa. Aspirasi yang disampaikan hendaknya menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan dan perbaikan, bukan justru memicu perpecahan di tengah masyarakat,” katanya.
PW KAMMI Sumut juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi arus informasi yang beredar, terutama melalui media sosial. Verifikasi informasi dinilai penting untuk menghindari penyebaran hoaks yang berpotensi memicu ketegangan sosial.
Selain itu, Irham mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pemuda, hingga tokoh masyarakat, untuk terus mengedepankan semangat persatuan di tengah beragam perbedaan pandangan yang muncul dalam proses demokrasi.
Menurut dia, perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokratis. Namun, persatuan dan stabilitas sosial tetap harus menjadi kepentingan bersama.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, memperkuat persaudaraan, dan merawat suasana yang kondusif di Sumatera Utara maupun Indonesia. Perbedaan pandangan jangan sampai mengurangi semangat persatuan sebagai sesama anak bangsa,” ujar Irham.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum menjadi salah satu prasyarat penting bagi berlangsungnya demokrasi yang sehat dan produktif. Dengan demikian, aspirasi publik dapat tersalurkan tanpa mengorbankan stabilitas dan harmoni sosial.(*)
Kontributor: Rizky Z
Editor: Abdel Rafi








