Jembatan Garuda Mulai Dibangun, Warga Tlumpu Menanti Akses Baru yang Memangkas Jarak dan Menggerakkan Ekonomi

Dandim 0808/Blitar Letkol INF Virlani Arudyawan dan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin saat meletakkan batu pertama Jembatan Garuda di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Sabtu (13/6/2026). (foto: Pendim 0808 untuk Cakrawarta)

BLITAR, CAKRAWARTA.com – Harapan warga Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, untuk memiliki akses yang lebih mudah dan cepat antar kawasan mulai menemukan titik terang. Pembangunan Jembatan Garuda yang membentang di atas Sungai Ratu resmi dimulai melalui peletakan batu pertama oleh Komandan Kodim (Dandim) 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Blitar, Sabtu (13/6/2026).

Jembatan yang dibangun di kawasan Jalan Klampis Gang Lapangan tersebut diproyeksikan menjadi penghubung penting bagi mobilitas warga. Kehadirannya diharapkan mampu mempersingkat jarak tempuh, memudahkan akses menuju sekolah dan fasilitas umum, serta memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.

Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur yang dirasakan warga selama ini.

“Pembangunan ini bukan hanya menghadirkan sebuah jembatan, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat. Kami akan terus mengawal proses pengerjaannya agar berjalan sesuai rencana dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

Menurut Virlani, keterhubungan antarwilayah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki dampak yang langsung dirasakan masyarakat.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam merealisasikan pembangunan tersebut. Ia menilai Jembatan Garuda akan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi kawasan.

“Jembatan ini akan menjadi penghubung aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Kemudahan akses akan berdampak pada kelancaran distribusi barang, aktivitas usaha, dan berbagai layanan publik lainnya,” kata Syauqul.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Prosesi peletakan batu pertama berlangsung sederhana namun penuh antusiasme. Setelah doa bersama, jajaran Forkopimda meninjau lokasi pembangunan dan melihat rancangan proyek yang akan dikerjakan dalam beberapa tahap ke depan.

Kehadiran warga dalam kegiatan tersebut mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap proyek yang dinilai mampu menjawab kebutuhan akses transportasi sehari-hari. Bagi sebagian warga, Jembatan Garuda bukan sekadar sarana penghubung fisik, melainkan simbol hadirnya pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dimulainya pembangunan ini, warga Tlumpu kini menanti terwujudnya jembatan yang diharapkan dapat memangkas hambatan mobilitas sekaligus membuka jalan baru bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.(*)

Editor: Abdel Rafi