
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Minat generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa terus meningkat. Tahun ini, sebanyak 603 siswa terbaik mengikuti seleksi Beasiswa PWNU Jawa Timur hasil penyaringan dari 5.842 pendaftar yang lolos tahap administrasi.
Seleksi yang digelar di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Minggu, menjadi bagian dari kerja sama PWNU Jatim dengan 17 perguruan tinggi negeri, swasta, dan perguruan tinggi NU di Jawa Timur untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi kader-kader muda NU yang berprestasi.
Ketua Tim Pengembangan Pendidikan, Sumber Daya Manusia, dan Penelitian (PPSDM) PWNU Jatim, Prof. Masykuri Bakri, mengatakan bahwa peserta yang mengikuti seleksi kali ini merupakan sekitar 10% dari total peminat yang telah lolos verifikasi berkas.
“Seleksi hari ini diikuti 603 siswa untuk sejumlah perguruan tinggi negeri. Ada kampus yang telah lebih dahulu melaksanakan seleksi, seperti Universitas Trunojoyo Madura. Bagi peserta yang belum berhasil di jalur PTN, masih tersedia peluang melalui perguruan tinggi NU yang menjadi mitra program ini,” ujar Masykuri saat membuka seleksi.
Data PPSDM PWNU Jatim menunjukkan, peserta terbanyak memilih Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan 457 pendaftar. Selebihnya memilih Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (46 peserta), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (18), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (14), Universitas Brawijaya (10), Politeknik Negeri Malang (3), UIN Syekh Wasil Kediri (8), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (6), Universitas Trunojoyo Madura (8), Universitas Airlangga (7), dan Universitas Islam Malang (3).
Menurut Masykuri, proses seleksi tidak hanya menilai capaian akademik, tetapi juga mengukur kemampuan keagamaan yang menjadi ciri khas program beasiswa tersebut.
“Peserta diseleksi berdasarkan prestasi baca kitab, tahfidz Al-Qur’an, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Dari total peserta, terdapat 344 siswa dengan prestasi baca kitab, 175 siswa tahfidz, dan 19 siswa berprestasi di bidang MTQ,” katanya.
Ia menegaskan, program beasiswa ini merupakan salah satu langkah strategis PWNU Jatim dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, NU membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan keislaman yang mendalam, serta kemampuan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Melalui program ini kami ingin melahirkan kader-kader NU yang berpendidikan tinggi, berdaya saing, dan tetap memiliki fondasi karakter yang kuat. Mereka diharapkan menjadi representasi terbaik NU di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Masykuri juga mengingatkan para peserta dan orang tua agar waspada terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan mengatasnamakan PWNU maupun perguruan tinggi mitra.
Ia menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.
“Jika ada pihak yang menawarkan jalan pintas atau meminta imbalan tertentu, segera laporkan kepada panitia. Program ini sepenuhnya gratis dan kami tidak mentoleransi praktik-praktik semacam itu,” katanya.
Lebih jauh, Masykuri berharap para penerima beasiswa nantinya tidak hanya berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi unggulan, tetapi juga menjadi duta-duta NU yang mampu membawa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah ke ruang-ruang yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.
“Kami ingin melihat lahirnya generasi NU yang unggul, kreatif, produktif, dan berkarakter. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan kompetitif, tetapi juga keunggulan moral dan sosial yang menjadi ciri khas kader NU,” ujarnya.
Selain memperoleh dukungan pendidikan, para penerima beasiswa juga akan mengikuti program pembinaan kader yang diselenggarakan PWNU Jatim secara berkala. Tahun lalu, program tersebut telah menghimpun sekitar seribu kader Aswaja yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi NU di Jawa Timur.
Salah seorang alumus penerima beasiswa PWNU Jatim tahun 2019, Ainur Roziqin, mengaku program tersebut memberikan dampak besar terhadap perjalanan pendidikannya.
Menurut dia, dukungan beasiswa membuatnya dapat menempuh pendidikan tinggi dengan lebih tenang sekaligus memperoleh pengalaman pengembangan kepemimpinan melalui berbagai kegiatan kaderisasi.
“Beasiswa ini bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga memberi ruang untuk belajar memimpin dan mengembangkan diri. Pengalaman itu menjadi bekal berharga yang ingin saya tularkan kepada adik-adik peserta saat ini,” kata Ainur, qari yang pernah mendapat apresiasi langsung dari Prabowo Subianto dalam kegiatan Mujahadah Kubro di Malang pada Februari 2026.(*)
Kontributor: Cak Edy
Editor: Abdel Rafi








