
MALANG, CAKRAWARTA.com – Kesibukan belajar di sekolah sekaligus menjalani kehidupan sebagai santri tak menghalangi langkah Oktaviano Revaldo meraih cita-citanya di bidang kesehatan. Siswa kelas XII jurusan Keperawatan di SMKS Baitul Makmur Malang itu berhasil lolos seleksi tenaga profesional asisten perawat di RSUD Dr. Saiful Anwar atau RSSA Malang.
Keberhasilan siswa yang akrab disapa Aldo tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Apalagi, selain aktif sebagai siswa keperawatan, Aldo juga merupakan santri di Pesantren Tahfidz Baitul Makmur Malang.
Rutinitas pendidikan formal dan kegiatan kepesantrenan dijalaninya secara beriringan. Di tengah jadwal belajar, praktik keperawatan, hingga aktivitas menghafal Al Quran, Aldo tetap mampu menjaga prestasi dan kedisiplinannya.
Berasal dari Lumajang, Aldo dikenal sebagai siswa yang aktif dan memiliki semangat belajar tinggi. Ia juga terlibat dalam kegiatan organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan dinilai memiliki tanggung jawab kuat dalam berbagai kegiatan sekolah.
Untuk bisa diterima di RSSA Malang, Aldo harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari administrasi, wawancara, tes praktik, hingga uji kompetensi. Pengalaman praktik kerja lapangan (PKL) selama menempuh pendidikan disebut menjadi bekal penting dalam menghadapi proses tersebut.
“Saya sangat bersyukur bisa diterima di RSSA. Semoga pengalaman ini menjadi awal yang baik untuk masa depan saya di dunia kesehatan,” kata Aldo, Rabu (20/5/2026).
Ia berharap keberhasilannya dapat menjadi motivasi bagi teman-teman dan adik kelasnya agar terus belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak takut bersaing di dunia kerja profesional.
Kepala SMKS Baitul Makmur Malang Rizky Firdausi mengatakan capaian Aldo menunjukkan bahwa lulusan sekolah vokasi memiliki kemampuan untuk bersaing di dunia profesional apabila dibekali keterampilan dan karakter yang kuat.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah. Kami berharap semakin banyak siswa yang mampu mengikuti jejak Aldo dan sukses menembus dunia kerja profesional,” ujarnya.
Menurut Rizky, sekolah terus memperkuat pembelajaran praktik, program PKL, serta kerja sama dengan berbagai rumah sakit dan instansi kesehatan untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Selain itu, lingkungan pendidikan yang terintegrasi dengan pesantren dinilai turut membentuk karakter spiritual, etika, dan kedisiplinan siswa. Nilai-nilai tersebut dianggap penting dalam dunia pelayanan kesehatan yang menuntut empati dan tanggung jawab.
Dukungan keluarga dan para guru pembimbing juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Aldo hingga berhasil diterima bekerja di salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur itu.
Keberhasilan Aldo kini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa sekolah vokasi lainnya bahwa pendidikan kejuruan dan kehidupan pesantren dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang kompeten sekaligus berkarakter.(*)
Kontributor: Arif Budi P
Editor: Abdel Rafi








