Merajut Kolaborasi Relawan, SRPB Jatim Rayakan 9 Tahun dengan Simulasi Bencana dan Edukasi Publik

Momen edukasi publik peringatan HUT ke-9 SRPB Jatim di Tenpina BPBD Jatim, Sidoarjo, Minggu (26/4/2026). (foto: Rizki D)

SIDOARJO, CAKRAWARTA.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Sekretariat Bersama Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur berlangsung berbeda. Kegiatan yang dikemas dalam Arisan Ilmu Nol Rupiah (AINR) edisi ke-66 ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang pembelajaran bersama tentang kesiapsiagaan bencana.

Bertempat di Tenda Edukasi Bencana (Tenpina) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Minggu (26/4/2026), sekitar 150 peserta terlibat dalam simulasi kesiapsiagaan bencana serentak yang dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Simulasi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026.

Selain HUT ke-9 SRPB Jawa Timur dan HKBN, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Kartini, halal bihalal, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengingatkan pentingnya menghapus ego sektoral di antara organisasi relawan. Menurut dia, kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci dalam memperkuat mitigasi bencana.

“Para relawan adalah garda depan dalam kebencanaan. Peran ini menuntut kerja bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya perhatian lebih terhadap kelompok rentan, seperti lansia, perempuan, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas, dalam setiap upaya pengurangan risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menyebut HKBN sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar.

“Edukasi kebencanaan harus terus dilakukan agar masyarakat memahami risiko dan mampu merespons dengan tepat,” katanya.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2008–2015, Syamsul Maarif, mengajak relawan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai ancaman gempa megathrust. Menurut dia, literasi kebencanaan menjadi tanggung jawab bersama, terutama para relawan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam suasana yang hangat, Dewan Pengarah SRPB Jawa Timur, Totok Harsono Sahputro, turut memeriahkan kegiatan dengan memberikan hadiah kepada peserta yang aktif. Hadiah tersebut antara lain sepatu khusus edisi militer dan tali karmantel untuk kegiatan penyelamatan.

Koordinator SRPB Jawa Timur, Rachmad Subekti Kimiawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak selama sembilan tahun perjalanan organisasi tersebut. Ia berharap momentum ini semakin memperkuat kolaborasi antar relawan, terlebih dengan hadirnya regulasi daerah yang menaungi peran relawan kebencanaan.

“Ke depan, sinergi antarorganisasi menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan kebencanaan yang kian kompleks,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi dan komunitas kemanusiaan di Jawa Timur, sekaligus menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.(*)

Kontributor: Rizki D

Editor: Abdel Rafi