
MADIUN, CAKRAWARTA.com – Di tengah rutinitas kedinasan yang menuntut disiplin tinggi, seorang prajurit TNI di lingkungan Korem 081/DSJ menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat hadir dalam bentuk yang sederhana, namun berdampak luas. Sertu Nurdin Yuniarso, yang tinggal di Desa Dagangan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, menginisiasi pemanfaatan galon dan botol plastik bekas menjadi kerajinan bernilai guna sekaligus ekonomi.
Bersama warga RT 02 RW 01, ia mengolah limbah plastik rumah tangga menjadi beragam produk, seperti pot dan vas bunga, tempat sampah, hingga tempat pensil. Bahan-bahan yang semula tak terpakai itu dipotong, dibentuk, lalu dihias dengan sentuhan warna dan ukiran sederhana. Hasilnya, produk kerajinan yang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Kegiatan tersebut bermula dari program penghijauan di tingkat rukun tetangga. Inisiatif itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga.
“Awalnya kami ingin memperindah lingkungan. Dari situ muncul ide memanfaatkan bahan sederhana untuk dijadikan pot tanaman,” ujar Nurdin, Sabtu (25/4/2026) malam.
Pot-pot hasil olahan itu kemudian dimanfaatkan untuk menanam tanaman produktif, seperti cabai, terong, dan kangkung. Selain menciptakan lingkungan yang lebih asri, hasil panen juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.
Seiring waktu, produk yang dihasilkan, terutama pot berbentuk karakter, menarik perhatian masyarakat di luar lingkungan setempat. Permintaan pun mulai berdatangan.
Pada tahap awal, kerajinan tersebut dibagikan secara cuma-cuma kepada warga. Namun, meningkatnya minat mendorong Nurdin dan warga mengembangkan kegiatan ini menjadi usaha kecil.
“Awalnya tidak untuk dijual. Tetapi karena banyak yang berminat, kami mencoba mengembangkannya,” kata dia.
Kini, pemasaran produk telah menjangkau sejumlah wilayah di Jawa Timur, seperti Caruban, Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Magetan, serta merambah hingga Kertosono di Kabupaten Nganjuk dan Mojokerto.
Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan ini juga menghadirkan dampak sosial. Sebagian hasil penjualan dialokasikan untuk kegiatan kemasyarakatan, antara lain pembagian bantuan bahan pokok bagi warga yang membutuhkan serta perbaikan fasilitas lingkungan, seperti penerangan jalan.
Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk nyata peran prajurit di tengah masyarakat. Menurut dia, prajurit TNI tidak hanya dituntut profesional dalam tugas utama, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan sosialnya.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas dapat memberikan nilai tambah sekaligus manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia berharap inisiatif serupa dapat berkembang di berbagai satuan dan menjadi inspirasi bagi prajurit lain untuk berkontribusi melalui inovasi yang sederhana namun berkelanjutan.(*)
Kontributor: Arwang
Editor: Abdel Rafi








