Monday, April 6, 2026
spot_img
HomeSosokTak Lewat Akselerasi, Alvira 14 Tahun Tembus Farmasi UNAIR

Tak Lewat Akselerasi, Alvira 14 Tahun Tembus Farmasi UNAIR

Alvira Nur Azizah bersama kedua orang tuanya saat ditemui di rumahnya. (foto: UNAIR untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini menghadirkan kisah tak lazim dari Alvira Nur Azizah. Di usia 14 tahun 7 bulan, ia dinyatakan lolos sebagai mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), tanpa melalui jalur percepatan atau program akselerasi.

Alvira mengaku tidak menyangka dapat diterima di program studi yang telah lama diimpikannya. “Saya kaget sekaligus sangat bahagia. Tidak menyangka bisa lolos. Saya memilih Farmasi karena ingin melanjutkan ilmu dari SMK Farmasi Industri. UNAIR juga menjadi kampus impian saya,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Keberhasilan Alvira menembus perguruan tinggi negeri di usia belia berawal dari perjalanan pendidikan yang dimulai lebih dini dibandingkan anak seusianya. Saat menempuh pendidikan taman kanak-kanak, orang tuanya sempat berniat mengulang tahun ajaran karena mempertimbangkan faktor usia. Namun, pihak sekolah menilai Alvira telah mampu mengikuti pelajaran.

Pengalaman serupa terjadi saat ia mendaftar ke Madrasah Ibtidaiyah. Usianya yang lebih muda dari calon siswa lain sempat menjadi perhatian pihak sekolah. Ia diterima dengan catatan kemungkinan mengulang di kelas tertentu. Namun, hingga lulus, rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Selama masa sekolah, Alvira juga mencatatkan prestasi, antara lain mewakili sekolah dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang matematika.

Dalam kesehariannya, Alvira menerapkan pola belajar yang disiplin. Ia membiasakan diri belajar pada malam hari setelah beristirahat sepulang sekolah. “Biasanya saya belajar setelah Magrib sampai sekitar pukul delapan malam. Saya merangkum poin-poin penting lalu mempelajarinya kembali,” tuturnya.

Menjelang memasuki dunia perkuliahan, Alvira mengaku merasakan kegugupan menghadapi lingkungan baru. Ia menyadari perbedaan antara dunia sekolah dan perguruan tinggi. Meski demikian, ia optimistis dapat beradaptasi. “Saya akan mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, teman-teman, dan sistem belajar di kampus,” katanya.

Ke depan, Alvira bercita-cita menjadi apoteker. Sebagai anak tunggal, ia termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi orang tuanya. “Saya ingin berhasil dan membanggakan orang tua,” ujarnya.

Ia pun berpesan kepada pelajar lain untuk tetap tekun dalam belajar dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita. “Terus belajar, jangan putus asa, dan jangan lupa berdoa,” kata Alvira.(*)

Kontributor: Khefti

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular