Tuesday, March 24, 2026
spot_img
HomeEkonomikaKrisis LPG di India Jadi Peringatan, APKLI-P Minta Pemerintah Jamin Pasokan Energi...

Krisis LPG di India Jadi Peringatan, APKLI-P Minta Pemerintah Jamin Pasokan Energi Subsidi

(foto: Ali Mahsun saat berbelanja ke pedagang yang jualannya bergantung pada ketersediaan LPG bersubsidi dengan ilustrasi kondisi di India yang diolah dengan bantuan AI).

JAKARTA, CAKRAWARTA.com – Kekosongan gas LPG yang terjadi di India di tengah eskalasi konflik global menjadi peringatan bagi Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) Ali Mahsun Atmo mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan LPG dan bahan bakar bersubsidi untuk mencegah dampak sosial yang lebih luas.

Ali Mahsun menyebut, kelangkaan LPG di India telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Sejumlah rumah tangga kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, sementara sebagian pelaku usaha kuliner terpaksa menghentikan operasional.

Menurut dia, kondisi serupa tidak boleh terjadi di Indonesia mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap energi bersubsidi, terutama LPG 3 kilogram dan bahan bakar minyak (BBM).

“Ketergantungan masyarakat sangat besar. Karena itu, ketersediaan LPG dan BBM bersubsidi harus dijamin,” ujar Ali pada medi ini di Jakarta, Senin (24/3/2026) dini hari.

Ia menjelaskan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mencapai sekitar 65,4 juta unit usaha. Sektor ini menyerap sekitar 137 juta tenaga kerja atau sekitar 97% dari total lapangan kerja nasional.

Selain itu, jutaan rumah tangga serta pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek daring, juga bergantung pada ketersediaan energi bersubsidi untuk menopang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Ali menilai, gangguan pasokan LPG dan BBM berpotensi memicu dampak berantai, mulai dari terganggunya aktivitas ekonomi hingga meningkatnya tekanan sosial di masyarakat.

Ia mengingatkan pemerintah agar melakukan langkah mitigasi sejak dini untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi distribusi energi.

“Ketika kebutuhan dasar masyarakat terganggu, dampaknya bisa meluas. Karena itu, antisipasi harus dilakukan sejak awal,” ujarnya.

APKLI-P berharap pemerintah memastikan distribusi energi bersubsidi tetap lancar dan tepat sasaran, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, tetap berjalan stabil.(*)

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular