Monday, March 16, 2026
spot_img
HomePolitikaRamadhan Jadi Momentum, PWNU Jatim Ajak Perkuat Ukhuwah Jam’iyah

Ramadhan Jadi Momentum, PWNU Jatim Ajak Perkuat Ukhuwah Jam’iyah

Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (kiri) saat menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat atas jasanya pada momen Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Acara ini berlangsung di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Minggu (15/3/2026) sore dan dihadiri sejumlah tokoh. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengajak warga Nahdlatul Ulama memperkuat ukhuwah jam’iyah atau persaudaraan dalam organisasi dengan memanfaatkan momentum Ramadhan. Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan buka puasa bersama Ramadhan 1447 Hijriah di Gedung PWNU Jawa Timur, Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Jamiyah” tersebut berlangsung di Ballroom Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari dan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai unsur pengurus dan tokoh Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, antara lain Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar, Rais PBNU KH Mohammad Nuh, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dalam taujihatnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk merefleksikan kembali nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kebangkitan umat.

Menurut dia, puasa tidak menjadikan seseorang lemah, melainkan justru membentuk ketahanan spiritual dan moral.

“Puasa sering dianggap membuat seseorang menjadi lemah atau malas. Padahal dalam sejarah Islam, banyak peristiwa penting justru terjadi pada bulan Ramadhan,” kata Miftachul Akhyar.

Ia menambahkan, puasa dilakukan dengan kesadaran spiritual yang melahirkan ketakwaan. Nilai ketakwaan itu, menurut dia, menjadi landasan penting dalam menjalani kehidupan secara bijak dan penuh kehati-hatian.

Sejumlah tokoh dhadiri Buka Bersama PWNU Jatim yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Minggu (15/3/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama merupakan sarana sederhana untuk memperkuat silaturahim di kalangan warga Nahdlatul Ulama.

Menurut dia, silaturahim menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan organisasi dan mempererat ukhuwah jam’iyah. “Ini sebenarnya acara sederhana, yaitu silaturahim. Tetapi dalam tradisi NU, silaturahim memiliki makna yang sangat besar dalam memperkuat ukhuwah jam’iyah,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para undangan yang hadir dan berharap kebersamaan tersebut semakin memperkuat solidaritas warga Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Kegiatan buka puasa bersama PWNU dan PCNU se-Jawa Timur itu diawali dengan doa oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Abd Matin Djawahir dan ditutup dengan doa oleh Rais PWNU Jawa Timur KH Anwar Manshur.

Acara tersebut juga dihadiri pengurus lembaga dan badan otonom Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah serta perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Selain itu, turut hadir sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, antara lain Ketua Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur, Direktur Utama Bank Jatim, serta perwakilan konsulat jenderal negara sahabat di Surabaya, termasuk Konsulat Jenderal Jepang dan perwakilan Konsulat Jenderal Tiongkok.

Dalam kesempatan itu, PWNU Jawa Timur juga menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Malang Wahyu Hidayat sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap kegiatan Mujahadah Kubro NU Jawa Timur yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular