Saturday, February 28, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaKemanusiaanIKA UNAIR Bangkalan Salurkan Iftar untuk Warga Gaza Palestina, Galang Donasi Lanjutan...

IKA UNAIR Bangkalan Salurkan Iftar untuk Warga Gaza Palestina, Galang Donasi Lanjutan Menuju 10 Hari Terakhir Ramadhan

Tim relawan kemanusiaan di Gaza Utara, Palestina saat menyalurkan paket bantuan berbuka puasa untuk warga Gaza Palestina dari IKA UNAIR Cabang Bangkalan, Senin (23/2/2026) sore waktu setempat. (foto: dr. Raudatul Hikmah untuk Cakrawarta)

BANGKALAN, CAKRAWARTA.com – Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Cabang Bangkalan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza Utara, Palestina, dalam bentuk pembagian makanan berbuka puasa atau iftar. Aksi yang dilaksanakan pada Senin (23/2/2026) itu, menjangkau sedikitnya 370 warga terdampak krisis kemanusiaan.

Ketua IKA UNAIR Cabang Bangkalan, dr. Raudatul Hikmah, MM., Sp.OG., Subsp. F.E.R., mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas kemanusiaan sekaligus komitmen moral alumni untuk hadir di tengah penderitaan warga Palestina.

“Bantuan ini sementara kami berikan dalam dua sesi di lokasi berbeda di Gaza Utara, wilayah yang paling parah terdampak. Pada bulan Ramadhan ini, implementasinya berupa makanan untuk buka puasa,” ujar Raudatul saat dihubungi media ini, Sabtu (28/2/2026).

Program bertajuk Iftar Meal Distribution Project itu dilaksanakan di wilayah Al-Daraj, Gaza Utara, bekerja sama dengan Yayasan Penyelenggara Solidaritas Palestina (YPSP) dan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Total bantuan yang disalurkan senilai Rp100 juta.

Perwakilan YPSP di Gaza, Ahed A., menjelaskan bahwa program tersebut berupa persiapan dan distribusi makanan berbuka puasa bagi warga yang menjalankan ibadah puasa. Menu yang dibagikan berupa nasi dan ayam.

“Sekitar 370 orang yang berpuasa menerima manfaat dari program ini. Bantuan ini berkontribusi meringankan penderitaan keluarga serta menghadirkan kebahagiaan dan kelegaan saat waktu berbuka, terutama dalam kondisi kemanusiaan yang sangat sulit saat ini,” kata Ahed dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, situasi di Gaza Utara masih berada dalam tekanan berat akibat konflik berkepanjangan dan keterbatasan akses kebutuhan dasar. Kehadiran bantuan makanan berbuka puasa menjadi bentuk dukungan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Raudatul menegaskan, tujuan utama bantuan tersebut adalah kemanusiaan. “Kami ingin meringankan beban penderitaan warga Palestina yang terdampak konflik, krisis ekonomi, dan blokade, terutama di Gaza,” ujarnya.

Selain itu, bantuan ini juga menjadi simbol solidaritas dan persaudaraan lintas batas. Ia menilai dukungan dari masyarakat Indonesia memberi pesan bahwa rakyat Palestina tidak berjuang sendiri.

“Kami memandang ini sebagai wujud persaudaraan umat Islam dan kemanusiaan universal. Ada dukungan psikologis dan moral yang ingin kami sampaikan,” katanya.

IKA UNAIR Cabang Bangkalan juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina secara konsisten, sekaligus membuka ruang amal jariyah bagi para donatur.

Fyler Donasi Kemanusiaan untuk Gaza Palestina yang diselenggarakan IKA UNAIR Cabang Bangkalan. (foto: dr. Raudatul Hikmah untuk Cakrawarta)

Saat ini, organisasi alumni tersebut masih menggalang donasi lanjutan. Dana yang terkumpul akan diarahkan untuk program iftar pada 10 hari terakhir Ramadhan.

“Bismillah, semoga bisa terlaksana pada 10 hari terakhir Ramadhan. Harapannya, kita semua mendapat keberkahan, termasuk meraih Lailatulqadar,” ujar Raudatul.

Di sisi lain, pada Minggu (1/3/2026), IKA UNAIR Cabang Bangkalan akan menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama di Bangkalan dengan mengundang seluruh alumni Universitas Airlangga yang berada di wilayah tersebut. Kegiatan itu juga akan menghadirkan penceramah sekaligus imam shalat asal Palestina, Syaikh Faleh Abdoh Faleh Alkhawaldeh.

Acara tersebut sekaligus menjadi momentum penggalangan donasi lanjutan untuk Palestina.

Aksi kemanusiaan ini menjadi program kerja awal IKA UNAIR Cabang Bangkalan yang mencerminkan program dan aksi global kemanusiaan dari sebuah organisasi di tingkat lokal. Melalui gerakan ini, para alumni berharap kepedulian dari daerah dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat di belahan dunia lain yang tengah dilanda krisis.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular