
BOYOLALI, CAKRAWARTA.com – Ribuan penonton memadati Lapangan Bola Voli Dukuh Mliken, Desa Wates, Kecamatan Simo, Boyolali, Senin (8/9/2025). Suasana benar-benar pecah saat laga puncak Grand Final Turnamen Voli Dandim Cup III 2025 mempertemukan dua tim kuat yaitu Armo dan Eka Mandiri Jaya.
Sejak sore, tribun di sisi barat, timur, selatan, hingga utara sudah penuh sesak oleh pendukung yang membawa semangat luar biasa. Yel-yel menggema, sorakan riuh membahana, membuat atmosfer lapangan mendidih oleh euforia.
Sebelum laga pamungkas, penonton disuguhi duel perebutan tempat ketiga antara Abimanyu melawan SJR Tunggal Guru. Pertarungan sengit itu dimenangkan Abimanyu yang akhirnya mengunci podium ketiga.
Tiba saatnya partai final. Histeria pecah ketika Eka Mandiri Jaya tampil agresif dan berhasil menumbangkan Armo dengan skor telak 3 set. Kemenangan ini memastikan Eka Mandiri Jaya keluar sebagai juara Dandim Cup 2025. Armo harus puas di posisi kedua, Abimanyu ketiga, dan SJR Tunggal Guru di peringkat keempat.
Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan masyarakat.
“Turnamen ini bukan sekadar memeriahkan HUT ke-80 RI dan HUT ke-80 TNI, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan di masyarakat,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah.
Ia juga berpesan agar masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi. “Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bijak bermedia sosial dan jaga persatuan,” ujarnya.
Kemeriahan belum berhenti. Setelah penyerahan piala dan hadiah kepada para juara, ribuan penonton kembali dibuat histeris saat doorprize utama berupa satu ekor sapi berhasil diundi. Empat ekor kambing serta berbagai bingkisan menarik lainnya turut memeriahkan acara penutupan.
Sorak sorai penonton menjadi penutup manis Dandim Cup III 2025. Ajang ini tak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga meninggalkan jejak kebanggaan, sportivitas, serta semangat persatuan masyarakat Boyolali. (*)
Kontributor: Agus Kemplu
Editor: Abdel Rafi



