Monday, March 2, 2026
spot_img
HomePendidikanDunia KampusMagang di Jepang, Mahasiswi Unair Ini Selalu Libatkan Tuhan Dalam Hidup

Magang di Jepang, Mahasiswi Unair Ini Selalu Libatkan Tuhan Dalam Hidup

Manuela Bernarda Serang dengan latar salah satu sudut di Jepang. (foto: istimewa)

SURABAYA – Universitas Airlangga melalui Program Studi Kejepangan Fakultas Ilmu Budaya menjajaki JIPA (Japan-Indonesia Program Akademik). Salah seorang mahasiswa prodi Kejepangan Manuela Bernarda Serang berkesempatan ikuti internship di Jepang.

Manuela mengikuti program magang mulai  18 April 2023 hingga 16 Oktober 2023. Ia banyak berkesempatan mengasah kemampuan berbicara bahasa Jepang dan mempelajari budayanya secara langsung. Manuela juga memahami skema dunia kerja dan menjadi bahan referensi untuk berkarir di Jepang, sesuai dengan prodinya di Universitas Airlangga.

“Jadi, aku sekarang lagi menjalani program internship berupa pelatihan di Hokkaido, Jepang, tepatnya di Kota Matsumae,” katanya.

Mahasiswi Angkatan 2020 itu sangat terbantu lewat program tersebut. Manuela dapat lebih mengenali kebudayaan jepang secara nyata. Salah satunya adalah table set yang dipersiapkan orang Jepang pada jamuan makan siang dan malam.

Penyajian makanan juga harus dari sisi paling ujung atau berurutan sembari mengucapkan “Shitsurei itashimasu.” Dan dia juga semakin mengenal berbagai alat makan Jepang seperti hashi oki, nabe, kaien, dan lainnya selama di sana.

“Dengan mengikuti program ini, aku sangat terbantu untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Jepangku. Aku juga semakin bisa merasakan vibes budaya Jepang yang sebenarnya,” ungkapnya.

Manuela merasakan berbagai kejutan dalam melewati culture shock yang terjadi. Bukan hanya dari segi rasa makanan dan minuman jepang. Namun, juga dalam dunia pekerjaan, yaitu budaya kerja yang cepat dan profesional dalam menjaga keefektifan waktu selama bekerja. Hal itulah yang membuat Manuela semakin kagum dengan Jepang tersebut.

“Makan di kantin staf tidak boleh lama-lama dan harus tenang. Jadi, antar staf yang satu dengan lainnya jarang banget ngobrol atau ngerumpi,” ungkapnya.

Sebagai orang Indonesia Manuela mengaku memendam rasa kangennya terhadap berbagai gorengan yang secara rutin ia temukan di sekitar kampus. Sebab, rata-rata makanan di Jepang terisi dengan berbagai macam sayuran. Selain itu, dia cukup kaget dengan kepengurusan bank dan kantor pos yang saling berkebalikan.

Manuela mengungkapkan dengan tempat magangnya yang mengusung konsep tempat pemandian air panas alami dan penginapan tradisional ala Jepang (onsen ryokan). Secara langsung dapat melihat yukata, haori dan obi (perlengkapan untuk mandi di onsen) serta mini museum yang berisi benda-benda bersejarah area Kota Matsumae. Selain itu, lokasi penginapan sangat dekat dengan pantai Matsumae dan taman Matsumae (Matsumae kouen). Di Tempat, itu terdapat kastil bersejarah milik klan Matsumae dan pohon bunga sakura.

“Di sini juga setiap bulan April ada festival atau matsuri yang bernama Jinja Matsuri (festival untuk memohon berkat dari Dewa, Red). Kalau dari sisi makanan, ada semacam alga terkenal ala Matsumae yaitu Wakame seaweed dan kake gohan,” tambahnya.

Kemampuan berbahasa asing merupakan hal terpenting yang perlu dipersiapkan. Menata mental berupa mindset terkait belajar mendalami kebudayaan dan hal positif dari negara lain juga perlu dilakukan. Untuk mendapatkan informasi terkait program internship, rajinlah untuk mencari melalui akun prodi, senior atau teman yang telah ikut program internship. Terakhir diperlukan semangat dan memasrahkan pada tuhan dari sesuatu yang akan dimulai untuk mencapai keberhasilan.

“Tetap semangat dan andalkan Tuhan selalu dalam setiap langkah hidupmu dan jika kamu jatuh, jangan pernah lelah untuk bangun dan bangkit untuk belajar hal baru,” pungkas Manuela.

(mar/pkip/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular