Tips Berlebaran Aman Di Tengah Pandemi Covid-19

0 240
Ilustrasi sholat Idul Fitri sesuai protokol kesehatan. (foto: Trisnadi/AP)

 

SURABAYA – Pemerintah untuk kedua kalinya melarang mudik dalam momentum lebaran guna menekan laju pertambahan kasus positif Covid-19, mengingat pandemi masih berlangsung. Meskipun begitu, lebaran tetap akan ada dan walau terbatas akan ada perayaan lebaran dengan cara berbeda dari masyarakat.

Untuk mengetahui tips-tips aman berlebaran di tengah pandemi, redaksi cakrawarta.com menghubungi pakar epidemiologi Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani . Menurut alumnus Universitas Kobe Jepang ini, pada intinya masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan selama beraktivitas walaupun misalnya mereka telah divaksin.

“Silaturahim selama lebaran dengan keluarga besar lebih baik dengan cara online. Misal terpaksa harus bertatap muka langsung, itu hanya untuk keluarga dan tetangga dekat rumah saja. Itupun tatap mukanya bukan seperti tradisi sebelum pandemi. Jadi tetap menerapkan prokes ketat seperti memakai masker, tidak bersalaman, tidak berkunjung lama dan jarak aman tetap terjaga,” ujar Laura, Selasa (11/5/2021).

Laura menambahkan bahwa lebaran biasanya dijadikan masyarakat sebagai momentum liburan. Karenanya, keluarga kerapkali menjadikannya ajang untuk berlibur ke destinasi wisata. Hal yang perlu diperhatikan menurut Dosen Epidemiologi FKM Unair itu adalah memilih destinasi wisata yang masuk satu kota sesuai dengan kebijakan resmi pemerintah.

“Pemilihan destinasi wisatanya juga harus ketat. Jangan karena dibolehkan lalu kebablasan, Jadi pilih destinasi wisata yang tak terlalu ramai, daerah terbuka dan berkunjung seperlunya saja serta tidak makan di tempat wisata tersebut,” papar Laura.

Untuk sholat Idul Fitri, menurut wanita murah senyum ini, masyarakat harus memilih lokasi sholat di lapangan terbuka dan dekat dengan rumah serta yang menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi melarang masyarakat ini kan sulit, setidaknya harus diatur dan dalam aturan tersebut terdapat akomodir keinginan masyarakat untuk sholat tetapi bagaimana caranya ia sesuai dengan prinsip-prinsip protokol kesehatan. Sehingga bisa menjadi win-win solution . Karena lebaran kali ini memang berbeda, tetapi masyarakat juga tidak kehilangan substansi beribadahnya. Tentu ini di daerah yang dibolehkan secara aturan yakni di daerah zona hijau dan kuning saja. Tapi kalau daerahnya masuk zona oranye dan merah, tentu lebih baik sholat Idul Fitrinya di rumah saja,” tegas Laura.

Laura menyatakan bahwa momentum lebaran juga penting bagi masyarakat agar mendapatkan semangat baru yang berdampak pada kesehatan psikologisnya dalam upaya meningkatkan imunitas dirinya sehingga lebih siap nantinya dalam “perang” melawan Covid-19.

“Karena masih bisa beraktivitas dan beribadah selama momentum Lebaran walau dengan penerapan prokes menjadi penting bagi masyarakat. Hal itu akan menimbulkan hormon endorphine. Hormon inilah yang menyebabkan rasa senang dan bahagia. Ini penting bagi kesehatan mental masyarakat sehingga tidak mudah stres dan dampaknya imunitas mereka meningkat,” pungkas Laura.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.