Anies Tutup Semua TPU, Ervan: Tidak Tepat, Tidak Adil!

0 341
ilustrasi taman pemakaman umum di Jakarta. (foto: faizal fanani/liputan6)

 

JAKARTA – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menutup seluruh Tempat Pemakaman Umum (KPU) di ibukota mulai 12 hingga 16 Mei 2021 dinilai kurang tepat dan sangat berkesan tidak adil.

“Lah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI malah mengeluarkan Surat Edaran Disparekraf DKI Nomor 81/SE/2021 tentang operasional tempat wisata atau rekreasi pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/ 2021 di masa pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Ini kok malah ke TPU ditutup. Tidak tepat, tidak adil ini!” tegas Ervan Purwanto, Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air kepada cakrawarta.com, Rabu (12/5/2021) sore.

Menurut Ervan, seharusnya Pemprov DKI bisa membuat aturan sistem pembatasan untuk berziarah kubur agar tidak terjadi opini seolah-olah dengan ziarah kubur akan menimbulkan Covid-19 sedangkan berwisata tidak.

“Bila ziarah kubur dilarang, maka Pak Anies harus juga bisa memberikan solusi bagi para penjual bunga tabur yang selama ini mengantungkan rejekinya dari hadirnya orang-orang yang berziarah,” imbuh Ervan kritis.

Bagi Ervan, para penjual bunga tabur tentu sangat terpukul dengan keputusan ini, apalagi keputusan pelarangan ziarah ini tidak disosialisasikan jauh-jauh hari dan terkesan mendadak serta tanpa alternatif solusi.

Ditemui tim cakrawarta.com, Acunk salah satu penjual bunga tabur sangat menyayangkan keputusan tersebut.

“Kami sangat terpukul. Apalagi saya baru banget panen bunganya dengan harapan menjualnya hanya di saat orang-orang berziarah. Bunga yang sudah saya beli untuk dijual mau saya apakan sekarang?” keluh Acunk sedih.

Ervan mengingatkan ucapan Anies Baswedan pada tahun 2018 yaitu “Kalau kita mau lihat kemiskinan yang ekstrim, maka tidak usah jauh-jauh, datanglah ke Jakarta. Ingin lihat kekayaan ekstrim, Enggak usah jauh-jauh, datanglah ke Jakarta!”

Bagi Ervan, ketimpangan yang terjadi dikarenakan kebijakan yang seolah-olah menutup mata si kecil untuk membuka mata para pembesar dan Anies terkesan lupa pada pernyataannya tersebut.

“Jika terkait kekhawatiran penularan Covid-19 kan bisa pakai sistem buka tutup dan atau pembatasan jumlah peziarah dan penerapan protokol kesehatan ketat. Kan lucu tempat wisata boleh buka, TPU ditutup. Kan bisa sama sama menerapkan aturan yang sama sehingga kesan adilnya terlihat. Jadi jangan sampai bahagia warganya hanya di tempat wisata tapi tidak di keluarga yang mau berziarah di momen lebaran. Saya kira Pak Anies harus memperhatikan kebijakannya ini. Sekali lagi, sangat tidak tepat, sangat tidak adil!” tandas Ervan mengakhiri pernyataannya.

(bm/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.