Berita Terpercaya Tajam Terkini

Terpecahnya Islam dan Arti Penting 10 Muharam (6/ Selesai): Menyaksikan dari Dekat Tempat Terbunuhnya Ali dan Hussein

 

”Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, seluruhnya akan masuk neraka, hanya satu yang masuk surga.” Kami (para shahabat) bertanya, “Yang mana yang selamat?” Rasulullah SAW menjawab, “Yang mengikutiku dan para sahabatku.” (HR Imam Tirmizi).

Masjid Al-Kufa, di Kufa, Irak adalah perjalanan berkesan saya selama di Irak yang tidak pernah saya lupakan, apalagi dalam rangka menyambut 10 Muharram, meski saya ke Irak, yang diundang Duta Besar Indonesia di Irak waktu itu, Letnan Jenderal TNI (Purn/Marinir) Safzen Noerdin, tidak bertepatan dengan tanggal 10 Muharram.

Tetapi perjalanan saya ke ibukota Irak, Baghdad, September 2014, secara kasat mata menyaksikan Masjid Ali Radhiyallahu Anhu, Al-Kufa atau Al-Kufah dan kemudian ke Karbala menyaksikan tempat terbunuhnya Hussein, putra Ali Radhiyallahu Anhu.

Tepatn bulan September 2014, ketika saya sudah sampai di Irak, yang sudah hancur akibat serangan pasukan yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Bom bunuh diri pun akibat ketidakpuasan sebagian rakyat Irak, hampir setiap hari terjadi. Terutama dari pasukan mantan Presiden Irak Saddam Hussein yang beragama Islam Sunni.

Irak berpenduduk mayoritas Islam Syiah. Ketika saya ke sana pada bulan September 2014, suasananya tidak lagi seperti ketika saya ke Irak pertama kali di bulan Desember 1992. Meski ada embargo ekonomi dari AS dan diberlakukannya wilayah larangan terbang.

Masjid Al-Kufah (Al-Kufa), itulah masjid yang saya kunjungi. Sebuah masjid yang dibangun Abad VII yang luasnya 11.000 persegi. Mungkin sekarang, luasnya semakin bertambah, karena sewaktu saya ke sana, masjid itu sedang dibangun dan diperluas. Kufa atau Kufah itu sendiri merupakan sebuah kota di Irak. Jaraknya 170 km di selatan Baghdad, ibukota Irak.

Sudah dapat dipastikan, memasuki masjid itu saya sangat kagum. Masjid itu terawat dengan baik, bersih dan berlapiskan cahaya lampu. Di samping itu, saya bersama beberapa staf Kedutaan Besar RI di Baghdad, terutama dengan Hilmy, satu-satunya staf kedutaan dari TNI aktif, diajak berkeliling dan juga diperlihatkan di mana Ali Radhiyallahu Anhu, sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu karena beliau berkantor di dalam sebuah ruangan selama di sana. Staf kedutaan menyuruh saya melakukan sholat di sebuah tempat yang dianggap dekat makam sahabat Rasulullah tersebut.

Pergi ke makam sahabat Rasulullah (Ali Radhiyallahu Anhu) itu sebagai seorang manusia, pasti sedih. Beliau meninggal dibunuh. Sama halnnya dengan Khalifah sebelumnya, Usman Radhiyallahu Anhu.

Saya menitikkan air mata, ketika pemandu bercerita tentang sahabat Nabi, Ali Radhiyallahu Anhu itu.

Comments are closed.