Survei Terbaru, Elektabilitas Ganjar Ungguli Prabowo-Anies di Jatim

0
Ganjar Pranowo ungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dalam elektabilitas sebagai capres seandainya maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Data ini berdasarkan hasil riset terbaru dari lembaga  survei The Republic Institute. Riset mengambil responden masyarakat Jawa Timur . (foto: the republic institute)

 

SURABAYA – Lembaga survei The Republic Institute  mengeluarkan rilis terbarunya terkait tingkat popularitas dan elektabilitas sejumlah tokoh politik yang potensial untuk berkompetisi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Masih juga didominasi oleh tokoh-tokoh beken yang sering dipublikasi oleh banyak media dan lembaga riset secara nasional seperti Prabowo Subianto (98,8%), Khofifah (97,8%), Tri Rismaharini (85,8%), Sandiaga Uno (85,3%), Ganjar Pranowo (83,8%), Anies Baswedan (83,4%), Agus H. Yudhoyono (78,2%), Luhut  Panjaitan (72,6%), Airlangga Hartarto (65,3%), Puan Maharani (60,7%), Susi Pujiastutik (57,6%), Ridwan Kamil (55,7%), Muhaimin Iskandar (52,0%), La Nyalla (50,7) dan Tito Karnavian (46,3%),” ujar Dr. Sufyanto selaku Direktur The Republic Institute dalam keterangan medianya, Minggu (10/10/2021).

Menurut Sufyanto, popularitas masing-masing tokoh tersebut lebih disebabkan karena jabatan yang diemban sebagai Menteri dan kapala daerah, disamping karena faktor lain.

“Ya, popularitas mereka tinggi karena jabatan yang diemban. Tetapi ada faktor lain seperti Ganjar yang sangat intens keluar di media sosial, atau Airlangga dan Puan, yang balihonya sudah tersebar di beberapa titik dan wilayah, meskipun masih di jalan-jalan protokol dan belum sampai ke desa-desa,” imbuh Sufyanto.

Sementara itu, yang menarik adalah tingkat keterpilihannya atau elektabilitas. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mampu mengungguli tokoh sekelas Prabowo Subianto maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Ya sebaran untuk elektabilitas capresnya menarik dimana Ganjar Pranowo sebesar 31,4% yang unggul atas Prabowo Subianto (23,0%) dan Anies Baswedan (12,3%) maupun tokoh lain seperti Airlangga Hartarto (4,5%), Agus H. Yudhoyono (3,3%), Khofifah (3,2%), Tri Rismaharini (2,9%), Muhaimin Iskandar (2,2%), Ridwan Kamil (1,9%), Sandiaga Uno (1,5%), dan yang belum menentukan (11,6%),” paparnya.

Menurut Sufyanto, alasan mengapa Ganjar sangat mendominasi dari sisi elektabilitas dikarenakan kader PDIP itu diidentifikasi oleh masyarakat Jawa Timur sebagai sosok yang memiliki kepribadian dan jiwa kepemimpinan seperti Jokowi, dan masyarakat Jawa Timur sampai sekarang masih sangat mengidolakan Jokowi.

“Alasan lain elektabilitas Ganjar tinggi, karena sering muncul di media sosial, terutama televisi dan youtube, baik saat berkunjung ke lapangan maupun menyelesaikan masalah-masalah yang ditemukan di lapangan. Tingginya suara Ganjar juga disebabkan karena orangnya low profile, sehingga ketika turun di masyarakat sering langsung masuk warung dan ikut makan bersama-sama dengan masyarakat lain yang ada di warung, dan itu tidak ditemukan pada calon presiden yang lain,” katanya.

Sementara itu, penjelasan mengapa elektabilitas Prabowo tidak terlalu besar dan masih di bawah Ganjar, menurut Sufyanto hal tersebut dikarenakan Prabowo selama 2,5 tahun terakhir sebagai Menteri Pertahanan dirasa belum menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat.

“Apalagi Prabowo jarang turun ke masyarakat untuk menyapa. Prabowo juga tidak memiliki gebrakan terkait kebijakan yang pro rakyat,” pungkas dosen politik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tersebut.

Untuk diketahui, lembaga riset The Republic Institute melakukan penelitian jenis survei. Adapun teknik pengambilan sampelnya adalah multistage random sampling dengan jumlah sampel keseluruhan sebanyak 1.225 responden tersebar di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Proses pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 1-13 September 2021 lalu dengan margin of error sebesar 2,8 %.

(bus/bti)

Leave A Reply

Your email address will not be published.