Monday, July 22, 2024
spot_img
HomePolitikaSoal Insiden Singkil, Pemerintah Akui "Kecolongan"

Soal Insiden Singkil, Pemerintah Akui "Kecolongan"

Aparat Kepolisian Tiba Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kabupaten Aceng Singkil, Nangro Aceh Darussalam. (Dok. Istimewa)
Aparat Kepolisian Tiba Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kabupaten Aceng Singkil, Nangro Aceh Darussalam. (Dok. Istimewa)

JAKARTA – Konflik berbau SARA yang terjadi antar umat beragama kembali terjadi. Setelah beberapa bulan lalu di ujung timur Indonesia, tepatnya di Tolikara Papua, insiden serupa kembali muncul di ujung barat Indonesia yakni di daerah Singkil, Nangro Aceh Darussalam. Menyadari hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, memerintahkan seluruh aparatur pemerintahan meningkatkan forum kerukunan. Suatu perkumpulan di daerah yang melibatkan seluruh elemen ini, ingin diaplikasikan sampai tingkat kecamatan. Tujuannya untuk memperkuat ‘radar’ masyarakat terhadap bibit-bibit perpecahan.

“Untuk membangun komunikasi aantara pejabat kecamatan, TNI, Polri, tokoh masyarakat dan tokoh agama di daeerah untuk memperkuat prioritas deteksi dini,” ujar Tjahjo Kumolo kepada awak media di Jakarta, Rabu (14/10).

Kejadian di Aceh diaku mantan Sekjen PDIP itu sebagai salah satu ‘kecolongan’ pemerintah. Pasalnya, sebelum insiden tersebut, Tjahjo sudah mengerahkan staf eselon II Kemendagri ke lokasi. Ia mengklaim sudah melihat bakal dari konflik agama, namun kerusuhan yang memakan korban meninggal dunia itu tetap terjadi di Singkil.

“Deteksi dini sudah kelihatan sebenarnya, saya kan beberapa waktu lalu bermalam di Aceh, situasi aman terkendali sebenarnya,” sanggah Tjahjo.

Terkait dengan forum kerukunan, Tjahjo pernah berbicara di apel pejabat Kecamatan se-Indonesia di Batam beberapa waktu lalu.

“Sudah kami sampaikan perlunya segera dibentuk forum kerukunan tingkat kecamatan antara Camat, Polsek, Danramil dan tokoh-tokoh masyarakat dan agama, untuk deteksi dini dan pembangunan,” pungkas Mendagri.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular