Saturday, March 21, 2026
spot_img
HomePendidikanShalat Id di Al-Muhajirin Surabaya, Masjid Ditegaskan sebagai Pusat Peradaban Umat

Shalat Id di Al-Muhajirin Surabaya, Masjid Ditegaskan sebagai Pusat Peradaban Umat

Khatib Sholat Id, Ustadz Andy Fahmi Halim saat menyampaikan pesan kepada jamaah tentang masjid sebagai pusat peradaban dalam momen Sholat Id di Masjid Al-Muhajirin Kebraon, Karangpilang, Surabaya, Sabtu (21/3/2026). (foto: Cakrawarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al-Muhajirin, Kebraon Utama, Karangpilang, Surabaya, digelar pada Sabtu (21/3/2026) pukul 06.00 WIB dengan diikuti ratusan jamaah. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda kemenangan setelah Ramadan, tetapi juga peneguhan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban umat Islam.

Kegiatan diawali dengan laporan takmir masjid mengenai pelaksanaan program selama Ramadan. Dalam laporan tersebut, pengurus menyampaikan berbagai capaian, mulai dari kegiatan ibadah hingga pengelolaan dana umat.

Imam shalat dipimpin Ustadz Andri Irpandi, S.Pd, sementara khutbah Idul Fitri disampaikan Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc., M.H. dengan tema Masjid sebagai Pusat Peradaban.

Dalam laporannya, takmir mengungkapkan bahwa dana ifthar Ramadan mencapai Rp 104.394.139 yang digunakan untuk penyediaan takjil dan buka bersama bagi jamaah di lingkungan masjid. Selain itu, infak tarawih terkumpul sebesar Rp 20.544.000 dengan pengeluaran Rp 19.000.000 untuk kebutuhan operasional, seperti kafalah penceramah dan petugas kebersihan. Saldo kas Ramadan tercatat Rp 1.544.000.

Sementara itu, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) juga menunjukkan partisipasi luas masyarakat. Zakat fitrah yang terkumpul mencapai 2.170 kilogram beras dari 723 jiwa, termasuk konversi zakat uang sebesar Rp 8.900.000 dari 178 jiwa. Selain itu, zakat mal tercatat Rp 3,9 juta, fidyah Rp 2.640.000, serta infak dan sedekah Rp 945.000. Seluruhnya telah disalurkan kepada mustahik sesuai ketentuan syariat.

Perwakilan Takmir saat melaporkan pengelolan dana umat selama bulan Ramadhan 1447 H sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi dalam momen Sholat Id di Masjid Al-Muhajirin, Surabaya, Sabtu (21/3/2026). (foto: Cakrawarta)

Dalam khutbahnya, Andy Fahmi Halim menegaskan bahwa peradaban Islam sejak awal dibangun dari masjid. Ia merujuk pada sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW yang memulai pembangunan masyarakat Madinah dengan mendirikan Masjid Quba, disusul Masjid Nabawi sebagai pusat aktivitas umat.

“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi pusat pendidikan, sosial, dan pemecahan masalah umat,” ujar Andy.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keterikatan dengan masjid, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW bahwa di antara golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah mereka yang hatinya terpaut dengan masjid.

Mengutip Al Quran Surah At-Taubah ayat 18, ia menegaskan bahwa yang memakmurkan masjid adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat, serta menunaikan zakat.

Dalam konteks kehidupan modern, ia menilai tidak ada lagi alasan bagi umat Islam untuk meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Kemudahan akses dan kondisi yang lebih baik seharusnya mendorong umat semakin aktif memakmurkan masjid.

“Jika di masa Nabi seorang sahabat tunanetra tetap diminta ke masjid selama masih mendengar azan, maka di zaman sekarang kita seharusnya lebih mampu hadir ke masjid,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa masjid juga harus menjadi pusat penguatan ukhuwah dan solusi persoalan sosial-ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara optimal.

Menurut dia, Ramadan telah melatih umat untuk mencintai masjid melalui peningkatan ibadah. Karena itu, semangat tersebut harus dijaga setelah Ramadan berakhir.

“Apabila masjid hidup, umat akan hidup dan kuat. Sebaliknya, jika masjid sepi, umat akan lemah,” ujar Andy.

Shalat Id di Masjid Al-Muhajirin tahun ini pun menjadi cerminan kuatnya peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penggerak kehidupan sosial keagamaan masyarakat.(*)

Kontributor: Tommy

Editor: Abdel Rafi

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular