Wednesday, May 22, 2024
HomePolitikaRezim Jokowi Dinilai Mengarah Pada Totalitarianisme

Rezim Jokowi Dinilai Mengarah Pada Totalitarianisme

Ilustrasi. (Foto: sindonews)
Ilustrasi. (Foto: sindonews)

SURABAYA – Kabar terkait adanya kocok ulang (reshuffle) Kabinet Kerja kian kencang berhembus. Pengamat politik Muslim Arbi menila seperti ada semacam ketidaknyamanan Rezim Jokowi dalam mengelola negeri ini  tanpa bersatunya Istana dan Senayan.

Maka menurut tokoh asal Surabaya Jawa Timur ini, rezim mencari strategi agar semua kekuatan Partai Politik (parpol) harus menjadi “tukang manut”, “membebek” dan menjadi “Pak Turut” yang manis.

“Maka dicari cara untuk “melumatkan” parpol-parpol yang di Pilpres dulu bukan termasuk koalisi pendukung. Sehingga sejumlah operasi “pelumatan” parpol mbalelo pun dilakukan. Secara kebetulan potensi konflik dan potensi isu politik di internal parpol bisa menjadi amunisi untuk “melumatkan” parpol-parpol tersebut,” ujar Muslim Arbi, Minggu (10/42016).

Arbi mencontohkan bagaimana rezim Jokowi “merusak” Partai Golkar dan PPP melalui Menkumham, dan untuk Partai Gerindra dengan kasus suap yang baru saja menimpa Ketua Komisi D DPRD DKI Gerindra dengan KPK sebagai “operator”nya yang punya news leading.

“Pemecatan Fahri Hamzah oleh PKS di internal partainya, juga ditengarai oleh publik bahwa PKS sedang mencari ” tiket untuk merapat ke Istana,” imbuh tokoh yang juga Kordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK) itu.

Cara yang dilakukan rezim ini dalam mencari cara untuk membangun kekuatan di Istana dan Senayan memang tidak terlalu keliru. Tetapi menurut Arbi, rezim Jokowi lupa bahwa sekarang adalah era demokrasi, dimana pikiran untuk mengkooptasi parpol tidak akan mempan lagi dengan cara merekrut kader parpol bergabung di kabinet dengan “imbalan” agar di Parlemen parpol tersebut bisa dengan mudah nurut.

“Ini mindset yang tidak demokratis yang terekspresikan oleh Penguasa dan berbahaya bagi iklim kehidupan berbangsa dan bernegara di era sekarang. Maka jika Penguasa sekarang mau membangaun kekuatan Pemerintah dengan cara “melumatkan” parpol agar ‘jinak’ saya kira akan gagal, karena akan berhadapan dengan rakyat sebagai stakeholder bernegara,” tegas Muslim Arbi mengakhiri pernyataannya.

(bm/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular