Monday, February 9, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaKemanusiaanPWNU Jatim Melayat Anggota Banser yang Gugur Usai Mujahadah Satu Abad NU

PWNU Jatim Melayat Anggota Banser yang Gugur Usai Mujahadah Satu Abad NU

Tim PWNU Jatim memberikan santunan pada keluarga almarhum Pitono, anggota Banser yang wafat dalam menjaga acara Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang. Takzah dilakukan Senin (9/2/2026) sore. (foto: PWNU Jatim untuk Cakrawarta)

MALANG, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur melayat ke rumah duka Pitono (55), anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang gugur seusai menjalankan tugas pengamanan pada Mujahadah Kubro peringatan Satu Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu (8/2/2026).

Takziyah dilakukan di kediaman almarhum di Dusun Selokerto, Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (9/2/2026) sore. Rombongan PWNU Jatim dipimpin Ketua Pelaksana Harlah Satu Abad NU yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim, Prof Masykuri Bakri, didampingi Wakil Ketua Panitia HM Noer Shodiq Askandar.

Kehadiran PWNU Jatim diterima istri almarhum bersama dua anak, serta keluarga besar. Sejumlah pengurus NU di tingkat cabang dan kecamatan turut mendampingi, termasuk rekan-rekan Banser yang selama ini bertugas bersama almarhum.

“Kami datang mewakili keluarga besar PWNU Jawa Timur dan panitia Mujahadah Kubro untuk menyampaikan duka mendalam. Almarhum gugur dalam pengabdian, dan semoga keluarga diberi kekuatan serta ketabahan,” ujar Prof Masykuri Bakri.

Selain menyampaikan belasungkawa, PWNU Jatim juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab organisasi. Di sekitar rumah duka tampak karangan bunga ucapan duka cita, antara lain dari Gubernur Jawa Timur dan Ketua PWNU Jatim.

Berdasarkan keterangan keluarga dan rekan almarhum, Pitono menjalankan tugas pengamanan sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Ia bertugas membantu penyeberangan jamaah di ruas jalan depan SMP Negeri 6 Kota Malang. Setelah arus jamaah berkurang, almarhum berpindah membantu petugas dapur umum di Pendopo Kabupaten Malang.

Usai Subuh, almarhum pulang ke rumah dan beristirahat sejenak. Pada siang harinya, ia masih sempat beraktivitas di kebun jeruk hingga menjelang Ashar. Kondisinya disebut masih sehat hingga menjelang Magrib.

Namun, selepas Magrib, almarhum masuk ke kamar kecil dan tidak kunjung keluar. Keluarga yang khawatir kemudian membuka paksa pintu dan mendapati almarhum telah meninggal dunia. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam Unisma Malang untuk pemeriksaan, dan dinyatakan wafat oleh tim medis.

Selain Pitono, seorang anggota Banser lainnya, Abd Rahman, masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah bertugas dalam rangkaian pengamanan puncak Harlah Satu Abad NU, yang pada hari pertama dihadiri lebih dari 100.000 jamaah.

PWNU Jawa Timur menyampaikan penghormatan atas dedikasi para Banser dan relawan yang terlibat dalam peringatan Satu Abad NU, seraya memastikan pendampingan bagi anggota dan keluarga yang terdampak dalam peristiwa tersebut.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru

Most Popular