PWNU Jatim Hidupkan Kembali Ngaji Al-Hikam, Rawat Warisan Keilmuan Muassis NU

Momen Ngaji Al-hikam perdana PWNU Jatim di Surabaya, Selasa (29/9/2026). (foto: PWNU Jatim untuk Cakrwarta)

SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menghidupkan kembali tradisi ngaji kitab Al-Hikam, karya monumental dalam bidang tasawuf yang ditulis Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari.

Tradisi keilmuan tersebut kembali digelar melalui program Kalam Ulama Ngaji Kitab Al-Hikam di Mushala Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9, Kota Surabaya, Selasa (29/9/2026).

Wakil Sekretaris PWNU Jatim, H Muhammad Taufik Mukti, mengatakan pengajian tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap Selasa setelah Salat Asar berjamaah hingga petang.

“Kegiatan ngaji perdana di Mushala Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur nomor 9, Kota Surabaya, Selasa (29/9/2026) itu akan dilaksanakan istiqomah/rutin pada setiap Selasa setelah Sholat Asar berjamaah hingga petang untuk menghidupkan tradisi keilmuan warisan muassis NU,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim, H Muhammad Taufik Mukti, dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan karyawan PWNU Jatim serta terbuka untuk masyarakat umum. Setiap akhir pengajian juga disediakan tasyakuran liwetan bagi para peserta.

Pada edisi perdana di kepengurusan saat ini, seluruh peserta ngaji kitab mendapatkan kitab Al-Hikam secara cuma-cuma alias gratis.

Taufik Mukti menuturkan, ngaji kitab merupakan tradisi keilmuan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan keilmuan di lingkungan NU.

“Karena itu, mempertahankan tradisi ngaji kitab berarti menjaga salah satu mata rantai penting dalam tradisi keilmuan NU,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ngaji kitab Al-Hikam bertajuk Kalam Ulama tersebut merupakan agenda rutin yang telah dilaksanakan setiap kepengurusan PWNU Jatim sejak dulu.

“Namun, pada kepengurusan PWNU Jatim kali ini merupakan agenda perdana dan hendak digalakkan kembali, yang juga dapat diikuti secara online melalui https://youtube.com/live/XDffGi_8Q8k?feature=share ,” ucapnya.

Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan internal PWNU Jatim. Masyarakat umum juga dapat mengikuti pengajian secara langsung maupun melalui siaran daring.

Digelar Bergantian oleh Jajaran Syuriyah

Pada mulanya, ngaji kitab edisi perdana tersebut dijadwalkan diawali oleh Wakil Rais PWNU Jatim KH Abd Matin Djawahir.

Namun, Kiai Matin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban berhalangan hadir karena sedang mengikuti rapat formatur di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta.

“Sedianya digantikan oleh KH Muh Balya Firjaun Barlaman. Tapi karena kondisi Gus Firjaun sedang dalam masa pemulihan pasca dari rumah sakit, maka ngaji kitab Al-Hikam sementara ini akan disampaikan oleh Wakil Rais PWNU Jatim KH Romadlon Chotib,” terangnya.

KH Romadlon Chotib kemudian menjadi pengisi pada edisi perdana tersebut. Ia menegaskan bahwa tradisi ngaji kitab bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan bagian dari warisan keilmuan yang ditinggalkan para pendiri NU untuk terus dirawat oleh generasi berikutnya.

“Ini bagian dari merawat warisan muassis dan masyayikh NU. Meskipun secara keilmuan kita berbanding jauh dengan para muassis NU, setidaknya dengan ikhtiar ini kita dapat meneruskan tradisi yang telah diwariskan di PWNU,” tuturnya.

Dalam pengajian perdana itu, KH Romadlon Chotib mengawali pembacaan kitab dengan mengirim tawassul, khususnya kepada Rasulullah SAW serta pengarang kitab. Selanjutnya, ia membaca muqaddimah kitab Al-Hikam.

Dalam paparannya, ia menjabarkan pentingnya beramal saleh dengan ikhlas dan tulus melalui hati yang bersih.

“Hati yang bersih akan mengarahkan pada amal yang benar-benar saleh, tulus, dan ikhlas. Amal yang jauh dari syirik dan urusan duniawi,” ungkapnya.

Program Kalam Ulama Ngaji Kitab Al-Hikam selanjutnya akan diasuh sejumlah narasumber dari jajaran syuriyah PWNU Jatim secara bergantian.

Mereka antara lain Wakil Rais KH Abd Matin Djawahir, Wakil Rais KH Abdul Adzim Kholili, Wakil Rais KH A Jazuli Nur, Wakil Rais KH Husnan Dimyati, Wakil Rais KH Mustaqim Basyari, Wakil Rais KH Romadlon Chotib, Wakil Katib KH Mohammad Yahya Badrus Sholeh, dan Wakil Katib KH Ishari Shafwan.

Selain itu, Pelaksana Tugas Harian Ketua PWNU Jatim KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman juga dijadwalkan menjadi salah satu pengasuh program tersebut.

Dengan pola pengasuhan secara bergantian itu, Kalam Ulama Ngaji Kitab Al-Hikam diharapkan menjadi ruang berkelanjutan untuk menjaga tradisi kajian kitab sekaligus merawat mata rantai keilmuan yang telah diwariskan para muassis dan masyayikh NU.(*)

Kontributor: Cak Edy

Editor: Abdel Rafi