Wednesday, February 21, 2024
HomePolitikaProtes Dosen dan Guru Besar Karena Kecintaan Akan Demokrasi

Protes Dosen dan Guru Besar Karena Kecintaan Akan Demokrasi

Frans Immanuel Saragih, anggota Penasehat TIMNAS AMIN. (foto: istimewa)

JAKARTA – Pada 2 Februari 2024 Civitas Akademika Universitas Indonesia menyatakan Protes terhadap Pemerintah atas kondisi bangsa ini dan kemudian diikuti oleh berbagai kampus seperti UII di Yogyakarta, Unhas Makassar, hingga yang berlangsung hari ini, Senin (5/2/2024) di Unair, Surabaya.

Menurut Frans Immanuel Saragih selaku anggota Penasehat TIMNAS AMIN melalui sambungan telpon menyatakan bahwa apa yang dilakukan para Guru Besar dan dosen-dosen sudah sangat tepat.

“Sudah saatnya para Dosen memberitahukan kepada masyarakat luas kondisi bangsa pada saat ini,” ujarnya pada media ini, Senin (5/2/2024) siang.

Perlu diingat, lanjutnya, kampus atau universitas adalah kawah candradimuka untuk memproduksi kaum-kaum intelektual. “Semua diproduksi di Universitas. Jadi dasarnya adalah Ilmu Pengetahuan,” imbuhnya.

“Karena itu, apa yang dilakukan para guru besar dan dosen di berbagai universitas itu semua terjadi karena kecintaan mereka akan bangsa Ini, kecintaan akan demokrasi di negara Ini,” tegasnya.

Ia menilai bahwa kondisi demokrasi di Indonesia saat ini sudah dalam keadaan tidak baik.

Aksi protes para guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni Unair terkait situasi terkini demokrasi di kampus B Unair, Surabaya, Senin (5/2/2024). (foto: ist)

Di mata para akademisi, lanjutnya, mungkin saja demokrasi atau sistem yang terjadi saat ini sudah tidak sesuai dengan apa yang mereka ajarkan kepada mahasiswa.

“Sebagai pendidik, wajib hukumnya mengatakan kebenaran,” ungkap Frans yang menjabat sebagai Presidium Aktivis 98 itu.

Menurutnya, Pemilu 2024 ini merupakan ladang pembuktian bagi kita semua, apakah demokrasi berjalan dengan benar atau mundur.

“Jangan lupa demokrasi yang terjadi pada saat ini diperjuangkan dengan perjuangan yang sangat berat melawan kekuasaan Orde Baru,” pesannya mengingatkan.

“Jadi, sudah tepat apabila para dosen dan akademisi melakukan kritik karena memang seharusnya begitu,” pungkasnya.

(an/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular