Monday, July 22, 2024
spot_img
HomePolitikaPilkada Serentak, TNI dan BIN Akan Pecat Anggota Tidak Netral

Pilkada Serentak, TNI dan BIN Akan Pecat Anggota Tidak Netral

Foto: (Kendari Pos)
Foto: (Kendari Pos)

JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 tinggal 3 hari lagi. Pesta demokrasi di 269 kabupaten/kota dan 32 provinsi itu, beberapa lembaga pemerintahan terkait mulai menyuarakan berbagai imbauan seperti yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimana mereka mengimbau masyarakat untuk terlibat aktif dalam Pilkada serentak. Utamanya dalam melaporkan indikasi ketidaknetralan anggota TNI di pesta demokrasi serentak itu.

Mengenai himbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI, Mayjend Yayat Sudrajat saat rapat koordinasi persiapan akhir penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (6/12). “Seandainya ada (Anggota TNI tak netral), tolong dilaporkan, siapa orangnya, kapan dan dimana,” ujar Yayat. TNI sendiri sudah menyiapkan anggotanya di daerah peserta Pilkada sehingga masyarakat bisa melaporkan permasalahan terkait pelaksanaan Pilkada ke TNI di bawah koordinasi Pangdam dan dipastikan pihaknya akan langsung menindaklanjuti.

“Kalau itu terjadi, saya memberikan jaminan atas nama Panglima TNI, laporkan dengan bukti-bukti yang ada, pasti dipecat, sudah pasti‎,” imbuhnya.

Sementara itu, lembaga pemerintahan lainnya seperti Badan Intelijen Negara (BIN) juga menebar “ancaman” terkait netralitas pada anggotanya. Deputi bidang Dalam Negeri BIN, Mayjend TNI Muhammad Thamrin Marzuki menjelaskan pihaknya tak segan-segan memecat anggotanya yang tidak netral. Masyarakat diminta berpartisipasi dengan melaporkan, jika ada temuan dugaan anggota BIN yang tidak netral dalam pesta demokrasi tersebut. “Apabila itu terjadi (Ada anggota BIN tak netral), akan kita tindak tegas dengan pemecatan,” ‎ujar Thamrin. Tak hanya pada masyarakat, Thamrin juga meminta Partai Politik berpartisipasi melaporkan dugaan serupa.

“Apabila ada indikasi anggota kita tidak netral, tolong dikomunikasikan,” papar Thamrin. Hal ini kembali ditegaskan, mengingat pada pada Pilpres maupun Pileg 2014 lalu ada laporan terkait anggota BIN yang berpihak. Namun, ketika dikonfirmasi, yang bersangkutan mengaku bukan anggota BIN. “Jangan sampai nama kita rusak, ada oknum atau kelompok tertentu mau jatuhkan kita‎,” tegasnya.

(msa/bti)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Most Popular