
SURABAYA, CAKRAWARTA.com – Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin, menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang digerakkan anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) PD V/Brawijaya. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga prajurit sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di lingkungan militer.
Dalam sejumlah kesempatan, termasuk peringatan HUT ke-80 Persit KCK pada 2026, Pangdam yang juga Pembina Persit menekankan bahwa peran istri prajurit kini berkembang. Mereka tidak hanya mendampingi suami, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi keluarga yang adaptif terhadap perubahan zaman.
“Persit memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi keluarga yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Rudy dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Dukungan Kodam V/Brawijaya diwujudkan melalui sejumlah langkah konkret. Pertama, pemanfaatan teknologi digital melalui pelatihan pemasaran berbasis marketplace agar produk anggota Persit menjangkau pasar lebih luas. Kedua, fasilitasi ruang promosi melalui berbagai agenda, seperti Brawijaya Run, pameran UMKM, dan bazar. Ketiga, peningkatan kualitas produk melalui pelatihan branding, pengemasan, hingga pengurusan sertifikasi halal.
Ketua Persit KCK Daerah V/Brawijaya, Vira Rudy Saladin, menegaskan bahwa aktivitas wirausaha merupakan bagian dari pengabdian.
“Persit adalah tiang keluarga. Dengan usaha mandiri, anggota tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga memberi dampak bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, Persit KCK PD V/Brawijaya juga menyiapkan sejumlah UMKM unggulan untuk tampil dalam pameran nasional “Persit Bisa” di Balai Kartini, Jakarta, pada 7–9 Mei 2026. Produk-produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi guna memastikan kualitas dan daya saing.
Sejumlah pelaku UMKM binaan yang akan ambil bagian antara lain Mithlabs, Yankurin, SKM&Craft, Henny Daster Bordir Malang, dan Oktaviana Tas Grosir. Partisipasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk Persit untuk menembus pasar nasional, bahkan internasional.
Langkah ini sekaligus menegaskan peran Persit sebagai pilar ekonomi keluarga prajurit—yang tak hanya tangguh di rumah, tetapi juga kompetitif di pasar.(*)
Kontributor: Bambang
Editor: Abdel Rafi








