Wednesday, February 28, 2024
HomeEkonomikaPemerintah Jamin Pelayanan Angkutan Lebaran Optimal

Pemerintah Jamin Pelayanan Angkutan Lebaran Optimal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) dan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek (dua dari kanan) menerima penjelasan terkait kesiapan angkutan udara dalam melayani penumpang dalam rangka sambut Lebaran 2019, di Bandar Udara Soekarno Hatta, Minggu (26/5/2019). 

 

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek melaksanakan rampcheck guna memastikan kesiapan bandara, maskapai penerbangan beserta stakeholder penerbangan terkait dalam menghadapi angkutan lebaran tahun 2019, Minggu (26/5/2019).

Kedua menteri kabinet kerja tersebut ditemani Direktur Utama PT. Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Bandar Udara Pramintohadi Sukarno, Direktur Keamanan Penerbangan Dadun Kohar, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Herson, Executive General Manager Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta, M Suriawan Wakan serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Rampcheck tersebut dimulai dengan pengecekan terhadap kesiapan armada pesawat yang dilakukan secara random. Dari 542 armada angkutan udara, 92% dipastikan dapat digunakan untuk melayani kebutuhan angkutan lebaran 2019.

Selain itu, inspeksi juga dilakukan di Airport Operation Control Center (AOCC) guna memastikan bahwa operation control dari bandara terkait pelayanan di bandara berjalan efektif. AOCC merupakan fasilitas pengelolaan sistem bandara yang didalamnya banyak stakeholder terdiri dari PT. Angkasa Pura II, maskapai, CIQ, Ground Handling Agent, Pertamina hingga Air Traffic Control.

“Dalam tinjauan yang dilakukan terdapat koordinasi yang baik antar stakeholder di bandar udara seperti penyelenggara bandara, maskapai, AirNav, groundhandling, Bea Cukai. Kolaborasi dan berkoordinasi sangat penting dilakukan, karena jika ada kejadian langsung dapat segera dicarikan solusi melalui Airport Collaboration Decision Making (A-CDM),” papar Dirjen Hubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti yang ikut beserta rombongan 2 menteri saat lakukan inspeksi.

Polana sendiri menyebutkan dalam AOCC yang memiliki 2150 CCTV terdapat ruang control terpadu, keamanan, crisis center.

Inspeksi juga dilakukan ke PT. Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) untuk melihat cara kerja teknik penerbangan dalam melakukan perawatan pesawat. GMF merupakan salah satu industri perawatan pesawat terbang. GMF AeorAsia dapat melakukan perawatan jenis pesawat meliputi: Boeing 737 Classic, Boeing 777, ATR, Boeing 737 New Generation, Airbus A320, Bombardier CRJ, Boeing 747, Airbus A330, Airbus A320Neo dengan ragam jasa perawatan pesawat meliputi: Base Maintenance, Line Maintenance, Component Service, Engine Maintenance, Training Center dan Cabin Maintenance.

Rampcheck juga dilakukan di Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), dalam pelaksanaannya, rombongan melihat secara langsung pelayanan penyelenggara teknis dalam memberikan layanan yang baik bagi pengguna jasa angkutan udara. Menurut Polana, tower Air Traffic Controller (ATS) yang merupakan pusat kendali lalu lintas pelayanan transportasi udara ini perlu meningkatkan pelayanan dan pengamanan selama arus mudik Lebaran.

Untuk diketahui saat ini 266 total ekstra flight yang telah disetujui oleh Kemenhub untuk mendukung pelayanan angkutan lebaran domestik dan 45 extra flight untuk rute internasional. Perkiraan puncak arus mudik Lebaran pada 31 Mei 2019 serta puncak arus balik pada 9 Juni 2019.

(bti)

RELATED ARTICLES

Most Popular